Trump Ancam Cabut Dukungan atas Falkland, Inggris Diminta Tambah Belanja Pertahanan

Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan mencabut dukungan kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falkland jika London tidak menambah belanja pertahanan. Pentagon tengah meninjau komitmen sekutu NATO, dan Inggris disebut bakal mendapat perhatian khusus. Pemerintah Inggris menegaskan Falkland tetap Wilayah Seberang Laut Inggris sesuai keinginan penduduknya.

Oct 4, 2026 - 04:02
Oct 4, 2026 - 04:02
 0
Trump Ancam Cabut Dukungan atas Falkland, Inggris Diminta Tambah Belanja Pertahanan
Trump Ancam Cabut Dukungan atas Falkland, Inggris Diminta Tambah Belanja Pertahanan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah tegas terhadap Inggris. Ia mengancam mencabut dukungan Washington atas kedaulatan Kepulauan Falkland atau Malvinas yang hingga kini masih disengketakan dengan Argentina, apabila London tidak segera menaikkan anggaran pertahanannya.

Informasi itu mencuat setelah seorang pejabat senior AS berbicara kepada The Telegraph. Menurut pejabat tersebut, Pentagon saat ini sedang meninjau komitmen negara-negara sekutu NATO, khususnya terkait janji alokasi belanja pertahanan sebesar lima persen. Dalam peninjauan itu, posisi Inggris disebut mendapat perhatian khusus.

Pemerintahan Trump menilai rencana investasi pertahanan Inggris yang diumumkan pada Juni lalu belum memadai. Washington lantas mencari cara agar Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mau meningkatkan investasi militernya lebih jauh. "Saya memperkirakan Inggris akan mendapat perhatian khusus karena negara itu memiliki begitu banyak potensi," ujar pejabat AS tersebut, dikutip dari The Independent, Minggu (30/8).

Pejabat itu juga tidak menutup kemungkinan adanya perubahan sikap AS terhadap klaim Inggris atas Falkland. "Saya dapat mengatakan percakapan tersebut berlangsung secara terbuka dan tidak ada opsi yang dikesampingkan dalam hal mendorong pembagian beban seperti yang kami inginkan," katanya.

Menanggapi ancaman tersebut, Pemerintah Inggris bersikap tegas. Juru Bicara Pemerintah Inggris menegaskan bahwa posisi London soal Falkland sudah lama terbentuk dan tidak pernah berubah. Status kepulauan itu, menurutnya, akan tetap sebagai Wilayah Seberang Laut Inggris sesuai keinginan penduduk setempat. "Kepulauan tersebut merupakan dan akan tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris sesuai dengan keinginan penduduk Kepulauan Falkland," ujarnya kepada Sky News.

Juru bicara itu juga menekankan peran penting Inggris di NATO. Ia menyebut negaranya sebagai penyumbang belanja pertahanan tunai terbesar ketiga di aliansi tersebut, sekaligus satu-satunya anggota NATO di Eropa yang berkomitmen menyediakan penangkal nuklir bagi aliansi.

Di sisi lain, pejabat AS mengakui bahwa rencana investasi pertahanan Inggris sebenarnya sudah bergerak ke arah yang benar. Namun, langkah itu dinilai masih belum cukup di tengah besarnya tantangan keamanan global. "Mengingat besarnya tantangan yang kita dan para sekutu hadapi, kita membutuhkan sekutu seperti Inggris untuk mengambil langkah besar dan mendasar," ucapnya.

Wacana perubahan posisi AS terhadap Falkland sebenarnya sudah pernah dipertimbangkan Kementerian Luar Negeri Inggris, meski selama ini hanya dianggap sebagai skenario hipotetis. Kepulauan Falkland saat ini dikelola sepenuhnya oleh Inggris, sementara Argentina yang presidennya merupakan sekutu dekat Trump masih mengklaim wilayah tersebut.

Ketua Partai Konservatif Kemi Badenoch menyebut kemungkinan peninjauan kebijakan AS itu sebagai omong kosong dan menyamakannya dengan ancaman Trump mencaplok Greenland. Sementara Laksamana Lord West of Spithead menilai hilangnya dukungan militer AS tidak akan berdampak secara militer. "Pengakuan atau tidak adanya pengakuan dari AS tidak membuat kepulauan tersebut menjadi kurang aman," ujar mantan panglima tertinggi Angkatan Laut Kerajaan Inggris itu. Ancaman serupa pernah dilayangkan AS pada April lalu, ketika kebocoran surel internal Pentagon mengindikasikan peninjauan ulang klaim Inggris atas Falkland sebagai pembalasan atas minimnya dukungan London dalam perang Iran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0