Suhu Freezer Dinaikkan Hingga 50 Derajat, Ratusan Supermarket di Prancis Diserang Hacker

Ratusan supermarket di Prancis menjadi korban serangan siber yang menargetkan sistem pendingin berbasis IoT. Peretas menaikkan suhu freezer hingga 50 derajat Celsius, menyebabkan makanan segar busuk dan kebakaran. Kerugian ditaksir puluhan juta euro. Pemerintah Prancis melalui ANSSI menyelidiki celah keamanan pada perangkat lunak Danfoss. Ancaman serupa juga terdeteksi di beberapa negara Eropa lain.

Oct 13, 2026 - 16:02
Updated: 16 hours ago
0 0
Suhu Freezer Dinaikkan Hingga 50 Derajat, Ratusan Supermarket di Prancis Diserang Hacker
Suhu Freezer Dinaikkan Hingga 50 Derajat, Ratusan Supermarket di Prancis Diserang Hacker

Serangan siber berskala besar melanda ratusan gerai supermarket di Prancis setelah peretas berhasil menguasai sistem pendingin bahan makanan. Suhu lemari pembeku (freezer) dinaikkan dari jarak jauh hingga mencapai 50 derajat Celsius, mengakibatkan stok makanan segar membusuk dan memicu kebakaran di sejumlah toko. Insiden ini pertama kali terdeteksi sejak Minggu malam dan langsung mengganggu operasional ritel di berbagai wilayah.

Sejumlah jaringan ritel raksasa Prancis, termasuk Intermarché, Coopérative U, Carrefour, Monoprix, dan E.Leclerc, membenarkan adanya peretasan yang menyasar sistem pendingin mereka. Setidaknya 300 gerai Intermarché dan Netto menjadi target, sementara lebih dari 100 toko Coopérative U, 80 supermarket Carrefour, serta sekitar 5 persen dari 490 gerai Monoprix turut terdampak.

Kejaksaan Paris menyatakan bahwa serangan ini menargetkan perangkat pendingin berbasis Internet of Things (IoT) yang terhubung ke jaringan internet di berbagai toko ritel pangan. CEO Intermarché, Thierry Cotillard, mengungkapkan bahwa kerugian finansial akibat insiden ini diperkirakan mencapai puluhan juta euro secara nasional hanya dalam satu hari. "Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini diperkirakan menimbulkan kerugian hingga puluhan juta euro secara nasional hanya dalam satu hari," ujar Cotillard, seperti dikutip Aljazeera.

Akibat lonjakan suhu ekstrem yang memicu pencairan paksa (forced defrosting), pengelola supermarket terpaksa memusnahkan seluruh produk segar dan makanan beku yang rusak serta terkontaminasi. CEO Coopérative U, Dominique Schelcher, melalui unggahan di platform X mengecam tindakan tersebut. "Menargetkan peralatan vital yang berfungsi menjaga pasokan dan kelayakan pangan masyarakat adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diterima," tegas Schelcher.

Menanggapi krisis ini, Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu langsung menginstruksikan Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI) untuk mengusut tuntas pelaku dan motif di balik peretasan. Penyelidikan awal ANSSI menemukan adanya celah keamanan (vulnerability) pada perangkat lunak pengontrol pendingin yang dipasok perusahaan asal Denmark, Danfoss. Pihak Danfoss mengakui insiden tersebut dan menyatakan bahwa unit yang diretas menggunakan firmware lama yang belum diperbarui. Temuan kerentanan pada sistem Danfoss sebelumnya pernah dipublikasikan oleh firma keamanan siber Claroty pada Agustus lalu.

Dampak serangan ini diduga meluas ke negara Eropa lain. Analis intelijen ancaman siber dari Sekoia, Felix Aimé, menyebutkan gangguan serupa terdeteksi di Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman, dan Belgia. Pakar keamanan siber Steven Lachance menilai insiden ini sebagai sinyal bahaya serius (global wake-up call) bagi infrastruktur digital yang terhubung internet. "Ini adalah realitas baru di mana infrastruktur vital yang terhubung ke internet dapat diretas kapan saja. Kerugian kali ini terjadi pada pasokan makanan, tetapi sasaran berikutnya bisa jadi lebih berbahaya, seperti jaringan energi atau fasilitas rumah sakit," peringat Lachance.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User