Listrik Batam-Bintan Sempat Mati Total, Komdigi Masih Menunggu Koordinasi Lintas Sektor

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) buka suara soal pemadaman internet di Batam dan Bintan akibat listrik mati total sejak Senin (12/10). Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan pihaknya masih menunggu hasil koordinasi lintas sektoral sebelum menarik kesimpulan. Telkomsel memastikan jaringan telekomunikasinya tidak terganggu karena backup baterai dan genset berfungsi aman.

Oct 13, 2026 - 12:02
Updated: 20 hours ago
0 0
Listrik Batam-Bintan Sempat Mati Total, Komdigi Masih Menunggu Koordinasi Lintas Sektor
Listrik Batam-Bintan Sempat Mati Total, Komdigi Masih Menunggu Koordinasi Lintas Sektor

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya angkat bicara terkait pemadaman internet yang terjadi di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, menyusul matinya pasokan listrik PLN secara total sejak Senin (12/10). Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa menarik kesimpulan apa pun karena masih menunggu komunikasi lintas sektor terkait insiden tersebut.

"Melihat kejadian di Batam ini, jadi kita masih menunggu sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," ujar Meutya di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (13/10). Ia menegaskan bahwa konklusi baru bisa diambil setelah timnya berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait. "Untuk saat ini, belum dapat tercapai konklusi atau kesimpulan apapun sekali lagi sampai tim kami berkoordinasi dengan tim dari K/L K/L lainnya," tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, memastikan bahwa jaringan telekomunikasi Telkomsel tidak mengalami gangguan akibat pemadaman listrik di Batam. Menurutnya, Telkomsel memiliki kapasitas baterai cadangan yang memadai selama periode pemadaman, ditambah sejumlah genset yang siap digunakan. Ia juga menyoroti tantangan pencurian peralatan pendukung listrik, namun memastikan seluruh peralatan di Batam dalam kondisi aman. "Karena memang ada challenge-challenge di mana kadang-kadang baterai dicuri, genset dicuri. Nah, ini Alhamdulillah kemarin di Batam semua equipment kita aman sehingga bisa berfungsi dengan baik," jelas Nugroho.

Sebelumnya, jaringan listrik PLN di Batam dan Bintan mengalami pemadaman total sejak Senin (12/10). Pemadaman berlangsung lebih dari 15 jam, dan sejumlah wilayah masih terdampak hingga Selasa (13/10). Akibatnya, aktivitas warga terganggu, mulai dari pasokan air yang tidak mengalir hingga akses internet yang terputus. Situasi semakin sulit karena asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Pada Selasa (13/10) pagi, PT PLN Batam menyatakan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam telah pulih setelah gangguan sistem. PLN Batam menduga penyebab mati lampu total adalah masuknya hewan liar ke Gardu Induk Sungai Harapan. Sekretaris PLN Batam, Rudi Antono, mengungkapkan bahwa indikasi awal menunjukkan hewan liar seperti monyet memasuki area gardu dan mengganggu sistem jaringan interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan (Babin).

"Indikasi awal, diduga hewan liar masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan," kata Rudi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10). Meski demikian, Rudi menegaskan bahwa penyebab pasti gangguan listrik masih dalam penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang.

Sebagai informasi, Pulau Batam dan Pulau Bintan terhubung oleh jaringan listrik bawah laut bertegangan 150 KV sepanjang lebih dari 17,9 kilometer. Jaringan ini memungkinkan listrik dari pembangkit di Batam disalurkan ke Bintan, termasuk Tanjungpinang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User