Survei Opera Ungkap Alasan Pengguna Indonesia Betah Nonton Video Pendek di Browser

Survei Opera terhadap lebih dari 2.000 responden di Indonesia menunjukkan sekitar enam dari sepuluh pengguna memakai Opera untuk Android guna menonton video pendek dan drama. Fitur VPN dan pemblokir iklan menjadi andalan, sementara kecepatan akses, efisiensi data, dan privasi juga jadi perhatian utama pengguna di Indonesia.

Oct 13, 2026 - 12:02
Updated: 20 hours ago
0 0
Survei Opera Ungkap Alasan Pengguna Indonesia Betah Nonton Video Pendek di Browser
Survei Opera Ungkap Alasan Pengguna Indonesia Betah Nonton Video Pendek di Browser

JAKARTA - Browser di ponsel kini tidak lagi sekadar alat mencari informasi. Survei Opera terhadap lebih dari 2.000 responden di Indonesia menemukan bahwa sekitar enam dari sepuluh pengguna memanfaatkan Opera untuk Android sebagai sarana menonton video pendek dan drama.

Temuan itu menunjukkan pergeseran perilaku digital masyarakat. Alasan yang paling banyak disebut responden berkaitan dengan penggunaan jaringan pribadi virtual atau VPN serta keinginan menghindari gangguan iklan saat menonton konten.

Survei tersebut juga mencatat sekitar 58 persen responden mengetahui keberadaan fitur VPN di Opera. Angka ini menegaskan bahwa fitur privasi dan kenyamanan menjelajah menjadi pertimbangan penting bagi pengguna di Indonesia.

VP of Product Opera for Android, Stefan Stjernelund, mengatakan pemblokir iklan bawaan dan VPN termasuk fitur yang populer di kalangan pengguna Opera di Indonesia. Menurutnya, pengguna di Tanah Air juga sangat memperhatikan kecepatan akses, efisiensi penggunaan data, serta perlindungan privasi saat menjelajah internet, termasuk ketika terhubung melalui Wi-Fi publik.

"Kami membangun produk untuk pengguna secara global, tetapi pasar seperti Indonesia terus mengingatkan kami untuk tetap memperhatikan kecepatan, penggunaan data, dan privasi," ujar Stefan dalam keterangan tertulis, Senin (12/10).

Opera menyebut kebutuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan browser mereka. Perusahaan mengintegrasikan pemblokir iklan, VPN, dan fitur kecerdasan buatan atau AI ke dalam aplikasinya. Integrasi itu diklaim dapat membantu pengguna menghemat pemakaian data dan menjaga privasi tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan secara terpisah.

Fungsi browser pun terus berkembang untuk membantu pengguna mengolah informasi. Melalui fitur AI, pengguna dapat merangkum informasi dan menerjemahkan konten dengan lebih mudah. Namun, bertambahnya fungsi browser juga memunculkan pertanyaan mengenai pemrosesan data pengguna.

Opera menilai transparansi dalam pengolahan data serta kendali pengguna atas informasi pribadi menjadi aspek yang perlu diperhatikan seiring meluasnya penggunaan AI. Perusahaan menyebut perlindungan privasi semestinya menjadi bagian mendasar dari pengalaman menjelajah internet, bukan sekadar fitur tambahan.

Sebagai gambaran, laporan Digital 2025: Indonesia dari We are Social menyebut masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata 4 jam 38 menit sehari untuk menggunakan internet via smartphone. Smartphone juga menyumbang 71,93 persen trafik web di Indonesia, menegaskan betapa sentralnya perangkat ini dalam aktivitas digital sehari-hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User