Wamenkeu Juda Agung Peringatkan Jendela Bonus Demografi RI Menyempit dalam 10-15 Tahun

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memperingatkan peluang Indonesia memanfaatkan bonus demografi hanya tersisa 10 hingga 15 tahun. Populasi usia produktif yang besar tidak otomatis menjadi keuntungan ekonomi jika tidak diimbangi pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan lapangan kerja. Ia menekankan Indonesia harus menghindari jebakan menjadi negara menua sebelum kaya.

Oct 14, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Wamenkeu Juda Agung Peringatkan Jendela Bonus Demografi RI Menyempit dalam 10-15 Tahun
Wamenkeu Juda Agung Peringatkan Jendela Bonus Demografi RI Menyempit dalam 10-15 Tahun

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan peringatan serius mengenai masa depan demografi Indonesia. Menurutnya, waktu yang dimiliki Indonesia untuk memanfaatkan momentum bonus demografi semakin menipis dan tidak akan terbuka selamanya. Peluang emas tersebut diproyeksikan akan tertutup dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Juda dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/10). Ia menjelaskan bahwa dalam sekitar 10-15 tahun ke depan, Indonesia masih memiliki peluang memanfaatkan bonus demografi dengan angkatan kerja besar, generasi muda yang semakin terhubung dengan teknologi, serta pasar domestik yang luas.

Meski demikian, Juda menegaskan bahwa besarnya populasi usia produktif tidak akan serta merta bertransformasi menjadi bonus ekonomi. Rasio ketergantungan Indonesia pada 2026 memang masih berada pada periode emas atau golden period, namun hal itu dinilai belum cukup untuk menjamin keuntungan ekonomi secara otomatis.

Menurut Juda, penduduk usia produktif yang besar hanya akan menjadi keunggulan nyata apabila diimbangi dengan kualitas pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan ketersediaan lapangan kerja yang memadai. Tanpa itu, momentum yang ada berpotensi terbuang sia-sia.

"Jika penciptaan pekerjaan tertinggal, keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan, produktivitas jalan lambat, maka kesempatan golden period itu akan terlewatkan," ujar Juda.

Ia pun menekankan pentingnya Indonesia menghindari jebakan menjadi negara yang menua sebelum berhasil menjadi negara kaya. Juda mengingatkan bahwa memasuki periode 2035-2040, rasio ketergantungan diperkirakan bakal kembali melonjak seiring bertambahnya populasi lanjut usia atau non-produktif yang bebannya harus ditanggung oleh penduduk produktif.

Oleh karena itu, Juda mendorong pemanfaatan momentum bonus demografi ini secara optimal. Menurutnya, langkah yang perlu dilakukan adalah meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan membangun perusahaan yang mampu bersaing di pasar global.

"Sehingga, kita harus memanfaatkan kesempatan momentum (bonus demografi) ini (dengan) meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan membangun perusahaan yang mampu bersaing di pasar global," ujar Juda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User