Gara-gara Jual Kentut dalam Stoples, Model AS Ini Raup Rp3,5 Miliar hingga Dilarikan ke UGD

Stephanie Matto, model dan bintang reality show 90 Day Fiance asal Amerika Serikat, meraup sekitar US$200 ribu atau Rp3,5 miliar dari bisnis jual kentut dalam stoples. Bisnis itu berdampak buruk pada kesehatannya hingga ia dilarikan ke UGD. Kini ia beralih menjual koleksi stoples kentut sebagai aset digital NFT bernama Fart Jars.

Oct 14, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Gara-gara Jual Kentut dalam Stoples, Model AS Ini Raup Rp3,5 Miliar hingga Dilarikan ke UGD
Gara-gara Jual Kentut dalam Stoples, Model AS Ini Raup Rp3,5 Miliar hingga Dilarikan ke UGD

Stephanie Matto, seorang model, bintang reality show, YouTuber, sekaligus TikToker asal Amerika Serikat, pernah menghebohkan publik dengan bisnis tak biasa: menjual kentut yang disimpan dalam stoples kaca. Dari usaha tersebut, ia dikabarkan berhasil meraup sekitar US$200 ribu atau setara Rp3,5 miliar.

Nama Matto sendiri dikenal luas setelah kemunculannya dalam reality show 90 Day Fiance. Ia mengaku bisnis kentut dalam stoples itu menarik perhatian banyak orang karena menawarkan produk yang jauh dari kebiasaan.

Namun, kesuksesan bisnis tersebut harus dibayar mahal. Pada Hari Natal, Matto dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) setelah mengalami gejala yang menyerupai serangan jantung. Dokter lantas mendiagnosisnya menderita sakit perut akibat penumpukan gas yang parah.

Dokter juga memperingatkan Matto bahwa aktivitas yang ia lakukan untuk memenuhi permintaan pelanggan telah membahayakan kesehatannya. Kondisi itu memaksanya berpikir ulang soal model bisnis yang dijalankan.

"Saya harus memikirkan ulang model bisnis saya karena saya tahu bahwa menjual kentut saya dengan cara ini bukanlah sesuatu yang berkelanjutan secara fisik bagi saya," ujar Matto kepada Business Insider.

Alih-alih menutup usaha, Matto justru menemukan celah baru. Seorang seniman digital menghubunginya dan menyarankan agar stoples kentut yang selama ini ia jual diubah menjadi karya seni digital berbasis non-fungible token (NFT). Matto pun langsung menyetujui gagasan tersebut.

Pada 5 Januari 2022, ia meluncurkan koleksi NFT bertajuk Fart Jars. Setiap NFT dijual dengan harga US$186 atau sekitar 0,05 Ethereum saat peluncuran. Menurut Matto, koleksi ini menawarkan konsep yang lebih personal lewat animasi dan fitur yang bisa dibuka pembeli. Sejumlah NFT bahkan menyertakan hadiah yang dapat ditukarkan, termasuk pakaian dalam bertanda tangan dan stoples kentut fisik yang disebut "sangat langka".

Matto mengaku semakin tertarik mendalami dunia kripto setelah menggarap proyek tersebut. "Semakin saya mengerjakannya, semakin saya menyadari betapa kerennya mempelajari lebih lanjut tentang kripto dan seluruh konsep NFT benar-benar menakjubkan dan keren bagi saya. Jadi saya merasa ini adalah arah yang ingin saya tuju," katanya kepada Business Insider melalui wawancara telepon.

Di situs resminya, Matto mempromosikan Fart Jars sebagai koleksi NFT generatif pertama di dunia yang mengangkat konsep stoples kentut. Proyek itu juga menawarkan mekanisme deflasi, hadiah fisik yang dapat ditukarkan, serta akses ke saluran Discord pribadi yang memungkinkan para pemegang NFT berinteraksi langsung dengan Matto. International Business Times melaporkan bahwa Matto bahkan mengklaim dirinya sangat pandai mengubah sesuatu "menjadi emas".

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User