China Klaim Batanes Miliknya, Filipina: Itu Tidak Masuk Akal

China melalui akademisi yang terafiliasi negara mengklaim Kepulauan Batanes sebagai bagian wilayahnya. Filipina menolak keras klaim tersebut, sementara AS memperkuat kehadiran militer di sekitar pulau strategis dekat Taiwan itu.

Oct 13, 2026 - 08:02
Updated: 24 hours ago
0 0
China Klaim Batanes Miliknya, Filipina: Itu Tidak Masuk Akal
China Klaim Batanes Miliknya, Filipina: Itu Tidak Masuk Akal

Kepulauan Batanes di Filipina kembali mencuat sebagai titik panas geopolitik. China melalui sejumlah akademisi yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah melontarkan klaim kontroversial bahwa gugusan pulau kecil di selatan Taiwan itu adalah bagian dari kedaulatan Beijing. Klaim tersebut kemudian digaungkan secara luas oleh media pemerintah China.

Pemerintah Filipina merespons cepat dan tegas. Menteri Pertahanan Filipina menyebut klaim itu sebagai gagasan yang tidak masuk akal, sementara Komisi Sejarah Nasional Filipina menerbitkan sanggahan resmi yang sangat rinci. Wali Kota Itbayat, Joseph Cultura, menegaskan bahwa warganya tahu betul Batanes adalah milik Filipina dan bukan bagian dari China.

Komisi Sejarah Nasional Filipina memaparkan sejumlah bukti historis. Batanes merupakan bagian dari landas kontinen yang bersambung dari Luzon utara, tidak ada catatan tata kelola China ketika penjelajah Inggris tiba pada 1600-an, Spanyol secara resmi mengklaimnya pada 1783, dan Batanes selalu terwakili dalam setiap badan legislatif nasional Filipina sejak akhir 1800-an.

Dalam seminar pada Juni lalu di Guangzhou, para akademisi China menyimpulkan bahwa Batanes adalah perpanjangan geografis Taiwan sehingga menjadi bagian dari China. Mereka juga berargumen bahwa perjanjian yang menyerahkan kendali Filipina kepada Amerika Serikat setelah Perang Spanyol-Amerika tidak mencakup Batanes, seraya menyoroti kedekatan budaya antara masyarakat lokal Batanes dan populasi adat Tao di Pulau Orchid, Taiwan.

Direktur Program Asia Tenggara Lowy Institute, Hunter Marston, menilai klaim ini sebagai pola yang pernah digunakan sebelumnya. Ia mencatat para akademisi China kini semakin sering menyuarakan pandangan yang sejalan dengan garis kebijakan pemerintah. "Gagasan bahwa ini hanyalah pemikiran independen beberapa akademisi... faktanya bukan seperti itu," ujar Marston.

Secara strategis, Batanes terletak hanya 100 mil di sebelah tenggara Taiwan dan menghadap langsung ke Bashi Channel, selat yang wajib dikuasai China jika ingin mengepung Taiwan dalam skenario konflik atau blokade. Amerika Serikat telah memimpin serangkaian latihan militer di sekitar kepulauan ini, termasuk penempatan sistem misil bergerak yang mampu menjangkau kapal-kapal Tiongkok di selat tersebut.

Aktivitas maritim China di sekitar wilayah itu terus meningkat. Dalam 1,5 tahun terakhir, Filipina mendeteksi beberapa kapal penjaga pantai dan kapal riset China beroperasi di dekat pulau-pulau tersebut, di mana terdapat kabel bawah laut yang vital. Baru-baru ini, penjaga pantai Filipina mengerahkan kapal terbesar dan pesawatnya untuk mengusir kapal survei laut China yang dikawal kapal penjaga pantai Beijing. Filipina menyatakan kapal itu berada jauh di dalam ZEE mereka tanpa izin, sementara Kedutaan Besar China di Manila berdalih kapal mereka beroperasi di perairan yurisdiksi China.

Filipina terus memperkuat kehadiran militer di Batanes, termasuk pembukaan pangkalan operasi depan baru tahun lalu. Pensiunan Laksamana Muda Angkatan Laut Filipina, Rommel Jude Ong, menilai Filipina perlu berbuat lebih banyak untuk memperkuat wilayah tersebut. "Mungkin itu akan mengacaukan kalkulasi China terhadap Taiwan. Dan jika tidak mencegah, setidaknya dapat menunda gagasan gila apa pun dari Tiongkok untuk menginvasi Taiwan," tutur Ong.

Bagi warga lokal seperti Mark Anthony Castillo (34), pemandu wisata di Basco, kekhawatiran utama hanyalah keselamatan daerah mereka dari ancaman konflik. "Semoga mereka menghormati batas wilayah yang kami miliki. Kami hanya ingin hidup sederhana dan normal di sini," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User