Bupati Morowali Ancam Blacklist Industri yang Rusak Situs Bersejarah, Singgung Tarian China di Bahodopi

Bupati Morowali Iksan Baharuddin Abd Rauf menegaskan komitmen melindungi situs bersejarah dari dampak aktivitas industri. Ia mengancam mem-blacklist perusahaan yang merusak warisan budaya. Pernyataan ini disampaikan saat pelantikan pengurus KKSS dan KKST Morowali, di mana ia juga menyoroti pengaruh budaya asing di tengah industrialisasi nikel.

Oct 1, 2026 - 00:02
Oct 1, 2026 - 00:02
 0
Bupati Morowali Ancam Blacklist Industri yang Rusak Situs Bersejarah, Singgung Tarian China di Bahodopi
Bupati Morowali Ancam Blacklist Industri yang Rusak Situs Bersejarah, Singgung Tarian China di Bahodopi

Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abd Rauf, menyatakan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan industri yang mengganggu atau merusak situs bersejarah di wilayahnya. Ia bahkan mengancam akan mem-blacklist industri yang terbukti menyentuh warisan budaya tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Iksan saat menghadiri pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Morowali. Acara berlangsung di alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, pada Sabtu (14/02/2026).

Dalam sambutannya, Iksan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian warisan budaya. Ia meminta seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga situs-situs bersejarah agar tidak dirusak atau terganggu oleh aktivitas industri.

"Semua tempat-tempat bersejarah tolong dijaga. Kalau ada tempat-tempat bersejarah yang kena oleh industri, infokan kepada Bupati. Saya akan menjaga dan mem-blacklist itu agar tidak disentuh oleh mereka," tegas Iksan yang juga dilantik sebagai Ketua KKSS Kabupaten Morowali.

Iksan menyebut sejumlah lokasi bersejarah penting di Morowali, seperti Topogaro di Kecamatan Bungku Barat dan Bahontobungku di Kecamatan Bungku Tengah. Kedua kawasan itu diketahui menyimpan makam para raja dan leluhur masyarakat Bungku. Ia meminta siapa pun yang datang dan tinggal di Morowali untuk menghormati sejarah serta budaya setempat.

Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya asing yang masuk melalui industri. Ia menceritakan pengalamannya menghadiri kegiatan salah satu perusahaan di wilayah Bahodopi, di mana acara tersebut menampilkan tarian asal Tiongkok hingga membuatnya hampir meninggalkan acara.

"Hal ini menjadi PR semua kerukunan yang ada di Morowali, khususnya Dewan Adat Pebotoa Adat To Bungku, untuk melakukan upaya lebih dalam mencegah hal-hal yang bisa mencederai budaya daerah," ujarnya.

Kabupaten Morowali saat ini menjadi salah satu pusat industri pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia. Kehadiran sejumlah perusahaan besar menarik investasi dari berbagai negara, termasuk China, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk tetap melestarikan budaya lokal maupun nasional.

Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, namun juga menimbulkan tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Dengan pernyataan tegasnya, Bupati Iksan menunjukkan sikap pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan industri tidak mengorbankan nilai sejarah dan budaya masyarakat Morowali.

"Morowali boleh maju industrinya, tapi budaya dan sejarah kita tidak boleh hilang. Itu identitas kita sebagai orang Morowali," tutup Bupati Iksan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0