Singapura Aktifkan Subsidi Berobat Lagi, Warga dengan Keluhan Pernapasan Akibat Kabut Asap Jadi Sasaran

Pemerintah Singapura kembali mengaktifkan skema subsidi pengobatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla. Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengumumkan kebijakan ini untuk mengurangi beban UGD. Subsidi tersedia di klinik PHPC dengan syarat dan kelompok penerima tertentu, sementara kualitas udara Singapura masih tidak sehat.

Oct 13, 2026 - 08:02
Updated: 24 hours ago
0 0
Singapura Aktifkan Subsidi Berobat Lagi, Warga dengan Keluhan Pernapasan Akibat Kabut Asap Jadi Sasaran
Singapura Aktifkan Subsidi Berobat Lagi, Warga dengan Keluhan Pernapasan Akibat Kabut Asap Jadi Sasaran

Pemerintah Singapura kembali mengaktifkan skema subsidi pengobatan bagi warganya yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, pada Minggu (11/10), dengan tujuan utama meringankan beban masyarakat sekaligus mengurangi penumpukan pasien di unit gawat darurat (UGD) rumah sakit.

Melalui skema ini, warga Singapura dapat memperoleh subsidi saat berobat ke klinik dokter umum maupun poliklinik. Seluruh warga negara Singapura berhak mendapatkan subsidi di poliklinik, sedangkan subsidi di Klinik Kesiapsiagaan Kesehatan Masyarakat (Public Health Preparedness Clinics/PHPC) hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu, seperti anak-anak dan lansia.

Besaran subsidi yang diberikan bervariasi. Penerima Bantuan Publik akan mendapatkan perawatan gratis sepenuhnya. Lansia yang tergabung dalam Generasi Perintis dan Generasi Merdeka hanya perlu membayar maksimal S$5 (sekitar Rp69 ribu), sementara warga Singapura lain yang memenuhi syarat dikenakan biaya maksimal S$10 (sekitar Rp140 ribu).

Di klinik PHPC yang berpartisipasi, subsidi menyasar warga berusia 18 tahun ke bawah atau 65 tahun ke atas, pemegang kartu CHAS Biru dan Oranye, penerima Bantuan Publik, anggota Generasi Perintis dan Generasi Merdeka, serta pemegang Kartu Pembebasan Biaya Medis. Kondisi kesehatan yang ditanggung meliputi rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi saluran pernapasan atas, dan komplikasinya. Dokter akan menilai apakah keluhan pasien benar-benar terkait kabut asap sebelum menyetujui penggunaan subsidi.

Ong menyebut saat ini terdapat sekitar 1.370 klinik dalam jaringan PHPC, dan hampir 1.000 di antaranya telah menyatakan kesediaan ikut serta dalam skema subsidi kabut asap. Skema serupa terakhir kali diaktifkan pada 2015, ketika Singapura dilanda kabut asap terburuk akibat kebakaran hutan di Indonesia.

Ia juga melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien dengan gangguan pernapasan di UGD dari minggu ke minggu, begitu pula di poliklinik. Ong mengimbau masyarakat yang masih bisa ditangani di tingkat perawatan primer untuk mengunjungi klinik, bukan langsung ke UGD. "Jika tidak ada masalah besar, Anda tidak perlu mengunjungi unit gawat darurat. Pergilah ke klinik PHPC; mereka seharusnya dapat menangani Anda," ujarnya kepada wartawan di Bukit Canberra, seperti dikutip Channel News Asia.

Sementara itu, kualitas udara Singapura masih berada dalam kategori tidak sehat pada Minggu (11/10). Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) memperkirakan Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam akan tetap tidak sehat hingga sangat tidak sehat dalam 24 jam berikutnya. Pada Jumat (9/10), PSI 24 jam di wilayah tengah Singapura mencapai 192 pada pukul 17.00 waktu setempat, angka tertinggi musim kabut asap tahun ini.

Satuan Tugas Kabut Asap Singapura yang terdiri dari 28 lembaga menyatakan siap menerapkan langkah tambahan jika PSI 24 jam melampaui 200, termasuk pembagian masker N95 dan penyediaan tempat perlindungan kabut asap berpendingin udara. Fasilitas kesehatan juga telah mengaktifkan langkah kesiapsiagaan, seperti penggunaan ventilator dan pembersih udara, penutupan jendela di bangsal, serta penurunan suhu ruangan dengan pendingin udara portabel jika diperlukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User