Sate Sinar Paris, Kuliner Legendaris di Solok yang Bertahan Puluhan Tahun
Sate Sinar Paris di Pasar Raya Solok telah berjualan sejak 1980-an. Kini dipimpin Nin Liarti, kedai ini terkenal dengan kuah kuning dan rempah asli dari Pariaman. Setiap hari menghabiskan 20 kg daging atau sekitar seribuan porsi. Kini buka cabang di Terminal Angkot Solok, buka setiap hari pukul 09.00-17.30 WIB.
Sate Padang kembali mencuri perhatian dunia setelah dinobatkan sebagai hidangan daging terbaik kedua di Asia versi Taste Atlas, sebuah ensiklopedia kuliner global. Di Sumatera Barat, hidangan ini memiliki banyak variasi, salah satunya Sate Sinar Paris yang telah menjadi ikon kuliner di Kota Solok.
Kedai Sate Sinar Paris berlokasi di Blok 7 Lantai 1 Pasar Raya Solok. Saat berkunjung pada Jumat (31/7/2026), aroma khas sate langsung tercium dari area kedai. Pemiliknya, Nin Liarti, menuturkan bahwa usaha ini telah dirintis sejak tahun 1980-an.
Awalnya, Sate Sinar Paris berjualan secara berpindah-pindah dari satu pasar ke pasar lain sebelum akhirnya menetap di Pasar Raya Solok. "Dulu jualannya keliling, dari pasar ke pasar. Sekarang sudah menetap di sini," ujarnya.
Keistimewaan Sate Sinar Paris terletak pada kuah kuningnya yang khas. Kedai ini menawarkan dua jenis daging, yaitu daging biasa dan daging lidah. Bumbu yang digunakan menggunakan rempah asli yang didatangkan langsung dari Pariaman untuk menjaga cita rasa.
Selain sate, kedai ini juga menyediakan beragam minuman segar. Favorit pelanggan adalah es tebak, campuran tapai, roti, dan tebak dari olahan tepung beras, disajikan dengan parutan es, gula santan, dan susu kental manis. Ada pula es rumput laut, es cendol, es pokat, dan es manis.
Harga minuman mulai Rp14 ribu, sedangkan sate dijual mulai Rp16 ribu per porsi. Tingginya minat pembeli membuat kedai ini mampu menghabiskan hingga 20 kilogram daging per hari atau sekitar seribuan porsi. Kini, Sate Sinar Paris telah membuka cabang di Terminal Angkot Kota Solok.
Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar 17.30 WIB. Pada hari libur atau musim Lebaran, sate sering habis lebih cepat. Nama Sinar Paris sendiri merupakan singkatan dari Sinar Pariaman dan Sekitar.
Pelanggan Sate Sinar Paris tidak hanya warga lokal, tetapi juga berasal dari berbagai daerah hingga mancanegara, seperti Kalimantan dan wisatawan asing. Nin Liarti menegaskan bahwa kunci bertahannya usaha ini adalah menjaga kualitas rasa, kebersihan, serta pelayanan terbaik. "Kami juga selalu menerima saran dan masukan dari pelanggan," tutupnya. Kedai ini juga melayani pesanan untuk berbagai keperluan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0