Dari 35 Followers hingga 17 Ribu, Kisah Gema Musisi Muda Sumbar yang Viral dan Kini Kolaborasi di Dangau Studio

Gema, musisi muda Sumatera Barat, memulai karier dari konten cover lagu di media sosial dengan hanya 35 pengikut. Setelah konsisten dan sempat viral hingga 17 ribu followers, ia mulai menciptakan karya sendiri dan berkolaborasi dengan Dangau Studio melalui Budi Irwandi, membawakan lagu Raflesia, Malioboro, dan Padang Menunggu yang kini trending.

Sep 17, 2026 - 02:42
Sep 17, 2026 - 02:42
 0
Dari 35 Followers hingga 17 Ribu, Kisah Gema Musisi Muda Sumbar yang Viral dan Kini Kolaborasi di Dangau Studio
Dari 35 Followers hingga 17 Ribu, Kisah Gema Musisi Muda Sumbar yang Viral dan Kini Kolaborasi di Dangau Studio

Gema, musisi muda asal Sumatera Barat, membangun perjalanan bermusiknya dari ketertarikan yang tumbuh sejak duduk di bangku SMA. Awalnya ia hanya mendengar teman bernyanyi dan bermain gitar, lalu perlahan mulai mempelajari alat musik tersebut. Butuh sekitar tiga bulan belajar bersama teman, dan baru benar-benar lancar pada tahun 2024.

Setelah menguasai gitar, Gema mulai membagikan kemampuannya lewat media sosial. Ia membuat akun khusus berisi konten cover lagu sebagai sarana berlatih sekaligus memperkenalkan karya musik yang dibawakannya. Namun, perjalanan itu tidak langsung mulus. Dengan hanya sekitar 35 pengikut, ia menghadapi jumlah penonton yang minim hingga komentar negatif dari warganet.

"Awalnya Gema tidak percaya diri, lalu membuat akun baru dan mulai konsisten untuk ngonten. Mulai dari 35 followers, view sedikit, sampai ada komentar negatif dari netizen. Sempat membuat mental turun, tapi kemudian bangkit lagi. Seiring berjalan waktu, konten Gema mulai viral, followers naik sampai 17 ribu dan mulai dikenal banyak orang," ujar Gema.

Konsistensi tersebut membuat namanya semakin dikenal sebagai kreator musik di media sosial. Setelah menghasilkan ratusan konten cover, timbul keinginan dalam dirinya untuk tidak sekadar membawakan lagu orang lain, tetapi juga menciptakan karya sendiri. Ia pun mulai menulis lagu dan menghasilkan karya pertama berjudul "Bermimpi", yang kemudian berlanjut hingga tujuh lagu.

Karya-karya itu belum sepenuhnya diperkenalkan ke publik karena Gema mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Dangau Studio melalui Budi Irwandi. Kolaborasi ini membuka ruang baru baginya untuk mengembangkan potensi bermusik. Dalam proyek tersebut, ia ikut membawakan beberapa lagu seperti "Raflesia", "Malioboro", dan "Padang Menunggu".

Lagu "Padang Menunggu" kemudian mendapat perhatian publik dan mulai tersebar melalui berbagai akun media sosial Sumatera Barat. "Karyanya belum full digarap karena ada projek lagu yang menarik dari Bang Budi Irwandi. Ada tiga lagu yang dibawakan seperti Raflesia, Malioboro, dan Padang Menunggu yang sekarang alhamdulillah lagi trend di media," ujar Gema.

Meski telah memiliki sekitar 200 konten musik di media sosial, pengalaman Gema tampil langsung di depan publik masih tergolong baru. Ia baru dua kali tampil setelah mendapatkan kesempatan melalui relasi yang terbangun bersama Dangau Studio. Penampilan pertamanya terjadi di event Genzone Vol.4, lalu berlanjut di Pitca Bandid di Kota Tua Padang.

Ke depan, Gema berharap dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk tampil dan terus menghasilkan karya musik. Baginya, proses berkarya adalah bagian terpenting dalam perjalanan seorang musisi. "Semoga ada kesempatan lebih banyak lagi untuk perform dan menghasilkan banyak karya juga. Tetap memegang teguh bahwa berkarya itu nomor satu," harapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0