SDN 18 Sungai Ipuh Ajak Siswa Lestarikan Maarak Bungo Lamang di Peringatan Maulid

Tradisi Maarak Bungo Lamang di Solok Selatan memadukan nilai religius, sosial, dan estetika dalam perayaan Maulid Nabi. SDN 18 Sungai Ipuh mengenalkan tradisi ini kepada siswa sejak dini melalui arak-arakan lamang berhias bunga kertas warna-warni, dengan melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat setempat.

Sep 15, 2026 - 03:20
Updated: 21 days ago
0 0
SDN 18 Sungai Ipuh Ajak Siswa Lestarikan Maarak Bungo Lamang di Peringatan Maulid
SDN 18 Sungai Ipuh Ajak Siswa Lestarikan Maarak Bungo Lamang di Peringatan Maulid

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Solok Selatan masih lekat dengan tradisi Maarak Bungo Lamang. Tradisi ini berupa arak-arakan lamang yang dihias dengan bunga kertas warna-warni, layang-layang, serta aneka miniatur. Kegiatan tersebut memadukan unsur keagamaan dan budaya, di mana warna-warni hiasan menjadi ungkapan kegembiraan masyarakat menyambut Maulid, sementara prosesi badikia yang diiringi rebana memperkuat nuansa religius.

Penelitian Dendi Chairi dan Susas Rita Loravianti dari Institut Seni Indonesia Padangpanjang mengungkap bahwa Maarak Bungo Lamang mengandung nilai religius, sosial, dan estetika. Nilai religius tampak dari perayaan Maulid dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Nilai sosial tercermin dari gotong royong warga dalam mempersiapkan bungo lamang hingga pelaksanaan arak-arakan. Adapun aspek estetika terlihat dari penggunaan bunga kertas, warna cerah, dan berbagai miniatur yang menghiasi lamang sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi melalui keindahan.

Upaya mengenalkan tradisi ini kepada generasi muda dilakukan melalui lingkungan sekolah. SDN 18 Sungai Ipuh menjadi salah satu sekolah yang menggelar Maarak Bungo Lamang pada Kamis (27/8/2026), setelah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Seluruh siswa mengikuti arak-arakan dengan mengenakan busana Muslim dan membawa bungo lamang. Mereka berbaris mengikuti konvoi di sekitar lingkungan sekolah hingga jalan nagari. Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan mereka dalam mengikuti arak-arakan dan membawa bungo lamang.

Kepala SDN 18 Sungai Ipuh, Dola Dianita, menjelaskan bahwa pengenalan tradisi ini bertujuan menanamkan nilai adat dan tradisi keagamaan lokal kepada siswa sejak usia dini. "Alasan utamanya adalah memperkenalkan dan menanamkan nilai adat dan tradisi keagamaan lokal kepada peserta didik sejak usia dini agar tidak tergerus dengan perkembangan zaman," kata Dola Dianita.

Pelaksanaan Maarak Bungo Lamang di sekolah ini juga melibatkan guru, siswa, orang tua, wali murid, komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pihak jorong. Persiapan bungo lamang dilakukan secara bersama-sama sebelum siswa mengikuti arak-arakan. Bagi siswa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal tradisi daerah secara langsung. Mereka tidak hanya mengikuti arak-arakan, tetapi juga terlibat dalam suasana kebersamaan yang menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dola Dianita berharap pengenalan Maarak Bungo Lamang sejak usia sekolah dapat membuat generasi muda tetap mengenal dan bangga terhadap budaya daerahnya. Ia juga berharap tradisi tersebut terus dijaga dan dilestarikan agar tetap hidup di Solok Selatan pada masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User