Polda Metro Jaya Periksa Lima Saksi untuk Ungkap Kematian Sutrimo

Polda Metro Jaya telah memeriksa lima saksi terkait kematian Sutrimo yang dianggap tidak wajar di depan klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyidik juga melibatkan Puslabfor untuk olah TKP dan pemeriksaan sampel guna memastikan penyebab kematian.

Aug 3, 2026 - 08:43
Aug 3, 2026 - 08:43
 0
Polda Metro Jaya Periksa Lima Saksi untuk Ungkap Kematian Sutrimo
Polda Metro Jaya Periksa Lima Saksi untuk Ungkap Kematian Sutrimo

Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan tidak wajar di depan sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari lima orang saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa kelima saksi tersebut memiliki peran penting dalam rangkaian peristiwa sebelum kematian Sutrimo. Mereka di antaranya adalah AZ, pengemudi ambulans yang membawa jenazah ke Banyumas, serta MOP, pengemudi ambulans tujuan Banyumas yang bertemu dengan seseorang bernama Mahmud di RS Muhammadiyah Taman Puring dan membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke mobil ambulans.

Selain itu, penyidik juga memeriksa MZ, pemilik PT Zen Ambulance, yang dihubungi oleh S, pemilik PT Bintang Medika Ambulance, untuk mengantar jenazah ke Banyumas. Dua saksi lainnya adalah MA, yang mengenal almarhum dan terakhir bertemu dengannya pada Rabu (22/7) sekitar pukul 20.00 WIB di depan Klinik Mordent, serta AAS, pengemudi ambulans yang membawa almarhum dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.

Dalam upaya mengungkap kasus ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Pelibatan ini dilakukan untuk memperoleh bukti saintifik melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) yang telah dilaksanakan pada Minggu (26/7).

Budi Hermanto menegaskan bahwa kepolisian memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat terkait kematian Sutrimo. Untuk memastikan penyebab meninggalnya, kepolisian melakukan olah TKP dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya.

Tim forensik dari Puslabfor telah mengamankan dan mengambil sejumlah sampel dari TKP untuk diperiksa secara mendalam di laboratorium. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi petunjuk maupun bukti fisik yang berkaitan dengan kematian korban.

Selain melakukan investigasi berbasis ilmiah (scientific crime investigation) bersama Puslabfor, tim penyidik gabungan juga terus mengumpulkan fakta-fakta lapangan tambahan. Langkah ini diharapkan dapat mengungkap secara jelas penyebab kematian Sutrimo dan menjawab berbagai pertanyaan publik.

Penyelidikan masih terus berjalan, dan kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0