Polisi Buru Pelaku Penipuan Konten TikTok, Dua HP Anak Komunitas Sepeda Dibawa Kabur

Polisi menyelidiki dugaan penipuan terhadap anak-anak komunitas sepeda di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pelaku menawarkan pembuatan konten iklan parfum TikTok dengan imbalan Rp100 ribu, lalu diduga membawa kabur dua HP dan seorang anak yang kemudian diturunkan di Pasar Rumput, Manggarai. Polisi masih mendalami identitas pelaku dan terkendala akses CCTV.

Sep 13, 2026 - 23:14
Updated: 2 months ago
0
Polisi Buru Pelaku Penipuan Konten TikTok, Dua HP Anak Komunitas Sepeda Dibawa Kabur
Polisi Buru Pelaku Penipuan Konten TikTok, Dua HP Anak Komunitas Sepeda Dibawa Kabur

Polsek Metro Tanah Abang tengah mendalami kasus dugaan penipuan yang menimpa sejumlah anak komunitas sepeda di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat terkait aksi orang tidak dikenal yang menawarkan pembuatan konten iklan parfum untuk aplikasi TikTok.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengungkapkan bahwa pelaku mendatangi anak-anak komunitas sepeda dan menjanjikan imbalan Rp100 ribu bagi setiap anak yang bersedia terlibat dalam pembuatan konten tersebut. Tawaran itu disebut akan ditayangkan melalui aplikasi TikTok.

Namun, alih-alih mendapatkan imbalan, para korban justru mengalami kerugian. Pelaku diduga membawa kabur dua telepon seluler milik anak-anak komunitas tersebut. Tidak hanya itu, pelaku juga diduga membawa salah seorang anak dengan kendaraan sebelum akhirnya menurunkannya di kawasan Pasar Rumput, Manggarai.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas Opsnal Reskrim Polsek Metro Tanah Abang melakukan pengecekan kamera pengawas atau CCTV di sebuah restoran di Jalan Plaju Nomor 5, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pengecekan dilakukan untuk mencari petunjuk mengenai identitas pelaku maupun kronologi kejadian.

Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Berdasarkan pemeriksaan bersama karyawan bagian teknologi informasi restoran, rekaman CCTV tidak dapat diakses karena mengalami gangguan pada sistem dan terkendala kode sandi. "Ternyata mengalami gangguan dengan kode password dan tidak bisa dibuka," ujar Dhimas.

Polisi kemudian menghubungi salah satu korban bernama Amar untuk membuat laporan polisi sebagai langkah tindak lanjut. Selain itu, petugas juga berencana meminta keterangan dari korban lainnya, Kenzi, di kediamannya.

Penyelidikan tidak berhenti di situ. Petugas berencana mengambil rekaman CCTV dari kawasan MRT untuk menelusuri perjalanan pelaku setelah meninggalkan lokasi kejadian. Polisi juga menyiapkan laporan polisi model A sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan tindak pidana tersebut.

Sebelumnya, ramai di media sosial video rombongan pesepeda di kawasan BNI City, Sudirman, Jakarta Pusat, yang diduga menjadi korban perampasan tiga telepon seluler oleh sejumlah pemuda. Para pelaku mengajak korban membuat konten promosi parfum dengan iming-iming uang, bahkan memberikan kartu ATM yang diduga palsu untuk mengambil uang, meski tidak berhasil.

Hingga kini, polisi masih mendalami identitas pelaku dan kronologi lengkap kejadian. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap tawaran serupa yang mengatasnamakan pembuatan konten dengan imbalan uang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User