Kisah Sri Purwanti, 'Kabur' ke Taiwan Kini Punya Empat Kedai dan Jadi Nasabah BRI

Sri Purwanti, perempuan asal Cilacap, membangun empat kedai masakan Indonesia di Taipei setelah awalnya pergi ke Taiwan karena rencana pernikahannya batal. Kisahnya mencuat saat CEO BRI Group Hery Gunardi berkunjung ke Kedai Sri Rahayu, sekaligus menyoroti layanan BRImo Taiwan dan potensi kiriman Rp80 triliun per tahun dari lebih 400 ribu pekerja migran Indonesia.

Sep 26, 2026 - 10:14
Sep 26, 2026 - 10:14
 0
Kisah Sri Purwanti, 'Kabur' ke Taiwan Kini Punya Empat Kedai dan Jadi Nasabah BRI
Kisah Sri Purwanti, 'Kabur' ke Taiwan Kini Punya Empat Kedai dan Jadi Nasabah BRI

Di kawasan Chiang Kai-shek Memorial Hall, Taipei, berdiri sebuah rumah makan yang menjadi tempat pulang bagi banyak Pekerja Migran Indonesia. Kedai Sri Rahayu menyajikan masakan tradisional Indonesia, terutama kuliner khas Cilacap, Jawa Tengah. Pemiliknya, Sri Purwanti, dikenal sebagai sosok berseragam Pramuka yang menyambut setiap tamu, termasuk saat menerima kunjungan CEO BRI Group Hery Gunardi bersama sejumlah direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kunjungan tersebut berlangsung sebelum para petinggi BRI menghadiri Peluncuran BRImo Taiwan dan Event Teman Seperjuangan Pekerja Migran Indonesia pada Minggu (23/8). Sebelum ke kedai, Hery sempat berjalan pagi di Taman Chiang Kai-Shek. Percakapan ringan di kedai itu kemudian membuka kisah tak terduga Sri Purwanti, atau yang akrab disapa Yayuk Sri.

Sri mengenang masa awal kedatangannya ke Taiwan puluhan tahun silam. Ia bekerja sebagai pengasuh anak, lalu beberapa bulan kemudian bertemu dengan seorang pria lokal yang akhirnya menjadi suaminya. "Dulu saya malah seperti melarikan diri ke Taiwan. Saat itu rencana pernikahan saya batal, hati sedang sedih, tak disangka justru di sini saya bertemu jodoh dan menikah," ujarnya. Dari pernikahan itu, Sri dikaruniai tiga anak, dan salah satunya kini kuliah di universitas setempat.

Keinginan membuka kedai muncul dari kerinduan dan kesulitan mendapatkan makanan halal di Taiwan. "Kepingin, hanya kepingin biar mudah makan makanan halal di Taiwan. Karena kita kan sebagai seorang muslim ya, makan di Taiwan itu susah," kata Sri. Ia memulai usaha lewat pesanan online dan layanan antar ke rumah, sebelum akhirnya mendapat tempat sewa di kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan Indonesia.

Pelanggan Kedai Sri Rahayu kini tidak hanya sesama WNI, tetapi juga warga Taiwan, wisatawan, dan komunitas Muslim dari berbagai negara seperti Palestina dan Bangladesh, terutama karena lokasinya dekat dengan masjid besar Taipei. Sri memastikan bumbu masakannya didatangkan langsung dari Tanah Air. "Rasanya harus tetap sama seperti di Cilacap," tegasnya.

Bisnis Sri berkembang pesat. "Tahun lalu masih tiga cabang, Pak. Sekarang sudah bertambah jadi empat. Yang terbaru lokasinya di TP Business Center, dengan menu andalan Mendoan Raksasa khas Cilacap, ukurannya memang besar sekali, persis seperti di kampung halaman," katanya. Ia mengaku perkembangan itu terbantu setelah menjadi nasabah BRI, karena urusan modal dan pengelolaan keuangan menjadi lebih mudah.

Sri baru menjadi nasabah BRI sekitar dua tahun lalu setelah ditawari layanan perbankan oleh staf BRI. "Ini pertama kalinya saya punya rekening BRI, seumur hidup belum pernah menjadi nasabah sebelumnya," tambahnya. Direktur Information Technology PT BRI Tbk Saladin Dharma Nugraha Effendi menjelaskan BRImo Taiwan dikembangkan khusus, beroperasi penuh dengan mata uang Dolar Taiwan Baru, dapat didaftarkan dengan nomor ponsel lokal, dan memungkinkan pengiriman uang ke Indonesia kapan saja tanpa batas waktu.

Bagi Sri, kemudahan itu terasa nyata. "Dulu kita susah sekali dan harus atur waktu khusus untuk ke bank. Sekarang dipermudah, kapan pun mau kirim bisa, entah itu tengah malam atau jam berapa saja. Kalau pakai BRImo prosesnya cepat, kurang dari lima menit selesai," ujarnya. Layanan tersebut membantunya mengirim bantuan untuk orangtua dan keluarga di Cilacap, membangun rumah, hingga bertransaksi untuk keperluan usaha.

Hery Gunardi menyoroti peran strategis Taiwan bagi perekonomian nasional. Sebagai kantor cabang penuh, BRI Taipei tidak hanya melayani pengiriman uang, tetapi juga menerima simpanan dari nasabah lokal maupun warga Indonesia. "Di Taiwan ada lebih dari 400 ribu pekerja migran Indonesia. Setiap tahunnya, total dana yang mereka kirim ke Indonesia mencapai sekitar Rp 80 triliun, angka yang sangat besar. Mereka adalah pahlawan devisa negara," kata Hery. Saat ini BRI Cabang Taipei sudah melayani sekitar Rp30 triliun dari total tersebut, sehingga masih ada ruang sekitar Rp50 triliun yang perlu dijangkau. "Ini menjadi tugas kami, agar ke depannya setidaknya 60 persen dari aliran dana tersebut bisa dilayani melalui BRI, demi kesejahteraan mereka semua," tambahnya.

Bagi banyak orang Indonesia di Taiwan, Kedai Sri Rahayu bukan sekadar tempat makan, melainkan rumah kedua tempat rindu kampung halaman dilampiaskan lewat nasi hangat, semangkuk bakso, atau sepotong mendoan. Kisah Sri Purwanti menjadi bukti mimpi anak bangsa untuk sukses di perantauan. "Di mana pun kita berada, jangan pernah lupa asal-usul. Dan jangan takut bermimpi besar," pesan Sri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0