Helikopter Apache AS Dilanda Rentetan Kecelakaan, Transmisi Jadi Sorotan
Helikopter serang Apache milik Angkatan Darat AS kembali menjadi sorotan setelah mencatat lima kecelakaan besar sejak Oktober, termasuk insiden di Texas yang menewaskan dua tentara. Tingkat kecelakaan tahun fiskal 2026 diperkirakan menjadi yang terburuk kedua sejak 2011, sementara penyelidikan juga menyoroti potensi kerusakan pada sistem transmisi.
Angkatan Darat Amerika Serikat tengah menghadapi persoalan serius terkait armada helikopter serang Apache. Analisis CNN terhadap data kecelakaan militer menunjukkan bahwa helikopter jenis ini kembali sering mengalami insiden, bersamaan dengan munculnya masalah pada sistem transmisi yang menjadi perhatian internal.
Sejak Oktober, tercatat lima kecelakaan besar yang melibatkan Apache. Salah satu insiden paling menonjol terjadi di Texas pada awal Agustus. Kecelakaan itu tidak hanya menewaskan dua tentara, tetapi juga memicu kebakaran hutan di sekitar lokasi kejadian.
Buntut dari insiden tersebut, Angkatan Darat AS sempat menghentikan sementara penerbangan latihan rutin bagi pilot Apache. Kebijakan itu tidak diberlakukan bagi unit yang sedang dikerahkan ke Timur Tengah. Larangan tersebut kemudian berakhir pada Rabu.
Jika mengacu pada tingkat kecelakaan, tahun fiskal 2026 berpotensi menjadi tahun terburuk kedua bagi Apache sejak model AH-64 baru diperkenalkan pada 2011. CNN memperkirakan tingkat kecelakaan besar Apache tahun ini mencapai sekitar 6,24 kecelakaan per 100.000 jam terbang.
Hingga 15 Agustus, Apache telah mencatat sekitar 80.171 jam terbang pada tahun fiskal 2026. Dalam periode itu terjadi lima kecelakaan Kelas A, kategori yang digunakan Angkatan Darat AS untuk kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat permanen, kehilangan pesawat, atau kerugian sedikitnya US$2,5 juta. Angka tersebut mendekati tingkat kecelakaan pada tahun fiskal 2024, ketika Apache mengalami sembilan kecelakaan besar dengan tingkat 7,02 kecelakaan per 100.000 jam terbang.
Penyebab pasti meningkatnya kecelakaan Apache tahun ini masih belum diketahui. Buletin keselamatan penerbangan Angkatan Darat AS pada Juli menyebut lebih dari setengah kecelakaan Apache, termasuk kecelakaan ringan, terutama disebabkan oleh kesalahan manusia. Meski demikian, masalah pada transmisi juga menjadi perhatian tersendiri.
Dua pesan keselamatan internal Angkatan Darat menyebut sejumlah transmisi Apache berpotensi mengalami kerusakan. Masalah itu dapat mengganggu rotor ekor, sistem kelistrikan, dan sistem hidrolik helikopter. Jika sistem tersebut kehilangan fungsi, Apache dapat berputar secara tiba-tiba dan pilot berpotensi kehilangan kendali. Hingga pertengahan Juli, Angkatan Darat masih menyelidiki penyebab masalah tersebut.
Dalam pesan keselamatan pada April, Angkatan Darat mengidentifikasi 70 transmisi yang berpotensi rusak dan memerintahkan unit terkait menghentikan penerbangan Apache yang menggunakan transmisi tersebut hingga perbaikan dilakukan. Pada pertengahan Juli, sepuluh transmisi lain ditambahkan ke daftar yang berpotensi bermasalah. Secara keseluruhan, dua pesan keselamatan itu berdampak pada sekitar sepersepuluh armada helikopter serang Angkatan Darat AS.
Juru bicara Angkatan Darat AS, Mayor Montrell Russell, menyatakan pihaknya belum dapat memberikan informasi teknis mengenai penyelidikan kecelakaan maupun transmisi Apache. "Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan dua prajurit di dekat Fort Hood," kata Russell kepada CNN. Ia juga menegaskan bahwa pencantuman pesan-pesan tersebut dalam tinjauan keselamatan tidak menyiratkan penyebab kecelakaan individu mana pun.
Sementara itu, Pabrikan Apache, Boeing, telah mengirimkan tim ke fasilitas pemeliharaan Angkatan Darat AS untuk membantu memeriksa dan memperbaiki transmisi yang terdampak. Juru bicara Boeing mengonfirmasi kepada CNN bahwa perusahaan mendukung penyelidikan Angkatan Darat AS untuk memastikan kesiapan operasional dan keselamatan pesawat yang terkena dampak, tetapi mengarahkan pertanyaan tambahan kepada Angkatan Darat. Baik Angkatan Darat maupun Boeing tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana mereka mengidentifikasi bagian-bagian yang berpotensi rusak itu.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0