El Nino 2026 Diprediksi Cetak Rekor Terkuat, 2027 Berisiko Jadi Tahun Terpanas

Pengamat cuaca dunia memprediksi El Nino 2026 berpotensi menjadi yang terkuat dalam sejarah dengan kenaikan suhu permukaan laut lebih dari 3 derajat Celcius. Met Office Inggris memperkirakan 2027 bisa memecahkan rekor tahun terpanas yang sebelumnya tercatat pada 2024. Di Indonesia, fenomena ini diperkuat IOD dan memicu risiko karhutla akibat curah hujan yang berkurang.

Sep 26, 2026 - 10:14
Sep 26, 2026 - 10:14
 0
El Nino 2026 Diprediksi Cetak Rekor Terkuat, 2027 Berisiko Jadi Tahun Terpanas
El Nino 2026 Diprediksi Cetak Rekor Terkuat, 2027 Berisiko Jadi Tahun Terpanas

Sejumlah pengamat cuaca dunia mengonfirmasi bahwa El Nino tahun ini berpotensi terus berkembang dan menjadi yang terkuat dalam sejarah. Kondisi tersebut membuka peluang tahun 2027 memecahkan rekor sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat.

El Nino merupakan fenomena peningkatan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik yang memicu curah hujan tinggi di sejumlah daerah sekaligus kekeringan ekstrem di wilayah lain. Badan Prakiraan Nasional Inggris, Met Office, memperkirakan kenaikan suhu permukaan air laut tahun ini bisa melampaui 3 derajat Celcius.

Angka itu jauh di atas kondisi normal. El Nino umumnya hanya menaikkan suhu sekitar 1 hingga 2 derajat Celcius, dan kenaikan 2 derajat Celcius saja sudah tergolong peristiwa besar yang disebut Super El Nino. Met Office pun memperkirakan 2027 berpotensi menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat umat manusia, melampaui rekor sebelumnya pada 2024.

Analisis ilmuwan di kelompok World Weather Attribution (WWA) menunjukkan perubahan iklim akibat ulah manusia turut mendorong kenaikan suhu sekitar 2 derajat Celcius di Mediterania dan sekitar 1,4 derajat Celcius di laut-laut Eropa Barat. Bulan lalu, suhu rata-rata di Mediterania tercatat sekitar 21 derajat Celcius, sementara awal Agustus sebuah pelampung di perairan Mallorca menunjukkan suhu mencapai 33 derajat Celcius.

Dampaknya juga dirasakan Indonesia. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut El Nino tahun ini lebih kuat dibanding fenomena serupa pada 2015 dan memberikan pengaruh signifikan ke sejumlah wilayah Tanah Air.

Ancaman tersebut diperkirakan semakin meningkat karena kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) pada September-November 2026. Kondisi ini membuat curah hujan semakin berkurang di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut Antoni, El Nino membuat cuaca menjadi lebih panas dan kering serta berlangsung lebih lama. Situasi itu meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta memperbesar risiko munculnya asap.

Senada dengan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kondisi karhutla saat ini salah satunya didukung oleh berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air. BMKG menyampaikan hal tersebut dalam prakiraan cuaca Indonesia sepekan periode 21-27 Agustus 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0