Singapura Naikkan Batas Pendapatan dan Tambah Peluang Undian Flat bagi Pasangan Menikah

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan kebijakan baru untuk mempermudah pasangan menikah mengakses perumahan publik bersubsidi. Batas pendapatan untuk flat BTO dan kondominium eksekutif dinaikkan, plus kesempatan undian tambahan bagi keluarga yang baru punya anak. Pemerintah juga memberi dukungan finansial hingga hampir US$70.000 per anak untuk mengatasi angka kelahiran yang turun ke rekor terendah 0,87 pada 2025.

Sep 26, 2026 - 10:14
Sep 26, 2026 - 10:14
 0
Singapura Naikkan Batas Pendapatan dan Tambah Peluang Undian Flat bagi Pasangan Menikah
Singapura Naikkan Batas Pendapatan dan Tambah Peluang Undian Flat bagi Pasangan Menikah

Pemerintah Singapura mengambil langkah baru untuk mempermudah pasangan menikah mendapatkan rumah. Perdana Menteri Lawrence Wong mengumumkan kebijakan tersebut dalam pidato tahunannya pada Minggu (23/8), dengan fokus utama memperluas akses ke perumahan publik bersubsidi.

Wong menjelaskan bahwa saat ini warga Singapura cenderung menikah pada usia yang lebih tua. Ketika menikah, banyak dari mereka sudah lebih mapan secara karier dan berpenghasilan lebih tinggi. Akibatnya, sejumlah pasangan muda memiliki penghasilan di atas syarat untuk mengakses perumahan bersubsidi.

"Kami ingin memastikan sebagian besar pasangan di Singapura bisa terus memiliki akses ke perumahan publik bersubsidi," ujar Wong, dikutip dari laman resmi PM Singapura.

Salah satu kebijakan yang diumumkan adalah kenaikan batas pendapatan. Untuk flat Build-To-Order (BTO) yang disubsidi pemerintah, batas pendapatan naik dari $14.000 menjadi $16.000. Sementara untuk kondominium eksekutif, batasnya naik dari US$16.000 menjadi US$18.000.

Pemerintah juga memberi perhatian khusus kepada keluarga yang baru pertama kali memiliki anak. Wong menyatakan mereka akan mendapatkan satu kesempatan undian tambahan saat mengajukan flat baru, untuk setiap anak yang dimiliki atau yang sedang diharapkan. "Ini akan secara signifikan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan flat," kata dia.

Menurut Wong, semakin banyak anak yang dimiliki, semakin banyak pula kesempatan undian yang diterima. "Karena kami ingin membantu keluarga yang sedang berkembang untuk segera mendapatkan rumah," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Wong mengumumkan dukungan finansial besar bagi bayi yang lahir dari warga negara Singapura, mencapai hampir US$70.000 atau sekitar Rp975 juta. Setiap bayi akan menerima hadiah bayi US$10.000, hibah MediSave US$5.000, rekening Pengembangan Anak dengan hibah awal US$5.000, serta hibah tambahan US$1.000 hingga US$5.000.

Dukungan berlanjut hingga anak tumbuh. Setiap anak mendapat Kredit Anak tahunan US$2.000 dari usia 1 hingga 16 tahun, tambahan dana Edusave setiap tahun di sekolah dasar dan menengah, serta tambahan US$10.000 ke Rekening Pendidikan Pascasarjana pada usia 17 tahun. "Jadi secara keseluruhan, setiap anak di Singapura akan menerima hampir US$70.000 dalam bentuk dukungan keuangan langsung seiring pertumbuhan mereka," jelas Wong.

Kebijakan ini dilatarbelakangi penurunan angka kelahiran total Singapura yang mencapai level terendah sepanjang sejarah, yaitu 0,87 pada 2025. Pada tahun yang sama, angka pernikahan juga turun 6,2 persen dari 26.328 pasangan pada 2024 menjadi 24.688 pasangan pada 2025. Pemerintah telah membentuk kelompok kerja antarlembaga yang diketuai Menteri di Kantor Perdana Menteri Indranee Rajah untuk mengatasi tren tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0