Danantara Incar Dana Global Rp541 Triliun di New Asia Forum, Berapa yang Masuk Indonesia?
BPI Danantara menargetkan The New Asia Forum di Bali pada 3-4 Desember 2026 memobilisasi modal lebih dari US$30 miliar atau sekitar Rp541,2 triliun untuk Asia. Danantara berharap 40-50 persen dana itu mengalir ke Indonesia, dengan target imbal hasil investasi di atas 8 persen.
BPI Danantara Indonesia menargetkan gelaran The New Asia Forum (NAF) mampu memobilisasi modal lebih dari US$30 miliar atau setara Rp541,2 triliun dengan asumsi kurs Rp18.040 per dolar AS. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung di Bali pada 3-4 Desember 2026.
Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala Mansury menjelaskan, forum ini dirancang untuk mempertemukan investor, pemilik modal jangka panjang, pemerintah, dan pemilik proyek. Tujuannya mendorong investasi masuk ke kawasan Asia, terutama Asia Tenggara.
Menurut Pahala, terdapat ketidakseimbangan antara kontribusi Asia terhadap pertumbuhan global dan aliran modal yang diterima kawasan ini. Asia disebut berkontribusi sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan global, tetapi hanya memperoleh kurang dari 30 persen aliran modal dunia.
"Jadi ada imbalance atau ada ketidakseimbangan antara padahal kan kalau kita mau melihat adanya sustainable pertumbuhan tentunya kita juga harus mendapatkan arus permodalan juga," ujar Pahala dalam acara Coffee Morning Session Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).
Danantara berharap sekitar 40-50 persen dari target mobilisasi modal US$30 miliar tersebut dapat mengalir ke Indonesia. Namun, angka itu masih berupa target dan belum menjadi nilai investasi yang dipastikan terealisasi.
Forum tersebut akan memfokuskan perhatian pada sejumlah sektor, antara lain mineral kritis dan hilirisasi, energi, infrastruktur digital, ketahanan pangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Sementara itu, Managing Director Investment Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja mengungkapkan bahwa target imbal hasil investasi harus berada di atas biaya modal atau cost of capital. Setiap investasi Danantara dituntut memenuhi dua tujuan sekaligus, yakni memberi keuntungan komersial dan dampak positif bagi Indonesia.
"Kita ada target komersial dan juga ada dampak positif buat Indonesia," ujar Stefanus.
Stefanus menjelaskan, biaya pendanaan obligasi Danantara dalam dolar AS berada di kisaran 5,35-5,95 persen bergantung tenor. Setelah dikonversi ke rupiah, target imbal hasil investasi harus melebihi 8 persen. Besaran target imbal hasil juga mempertimbangkan tingkat risiko, di mana investasi berisiko lebih tinggi menuntut ekspektasi imbal hasil lebih besar, sedangkan investasi yang lebih aman dan memiliki kontrak dapat menetapkan target relatif lebih rendah namun tetap di atas biaya modal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)