BI Tak Naikkan Suku Bunga, Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp18.038 per Dolar AS
Rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.038 per dolar AS pada Kamis (22/10) pagi, dipicu keputusan Bank Indonesia yang tak menaikkan suku bunga di luar ekspektasi pasar. Analis memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah, meski sentimen pasar ekuitas yang membaik bisa menahan tekanan, dengan pergerakan diperkirakan di rentang Rp17.850 hingga Rp18 ribu.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis (22/10) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp18.038 per dolar AS, turun 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan tidak menaikkan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) sehari sebelumnya. Keputusan itu di luar ekspektasi pasar.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS menyusul keputusan BI tersebut. "Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS setelah BI di luar perkiraan tidak menaikkan tingkat suku bunga kemarin," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/10).
Meski begitu, Lukman menyebut sentimen di pasar saham masih menjadi salah satu faktor yang dapat menahan pelemahan rupiah. Menurutnya, jika kondisi pasar ekuitas kembali membaik, rupiah berpeluang menguat. "Fokus investor masih pada sentimen di pasar ekuitas yang apabila kembali membaik dapat menahan pelemahan atau bahkan menguatkan rupiah," katanya.
Selain itu, investor juga mencermati laporan atau rumor mengenai potensi kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi sentimen pasar global.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18 ribu per dolar AS pada perdagangan Kamis (22/10).
Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,02 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,03 persen. Dolar Singapura terkoreksi 0,03 persen, sedangkan yuan China bergerak datar.
Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia menguat. Yen Jepang terapresiasi 0,03 persen, won Korea Selatan naik 0,13 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen. Adapun mata uang negara maju juga bervariasi, dengan euro melemah 0,02 persen, poundsterling Inggris turun 0,05 persen, dolar Australia terkoreksi 0,18 persen, dan franc Swiss melemah 0,01 persen, sedangkan dolar Kanada menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)