Jalan Pasar Baru-Alahan Panjang Kembali Lebar, Waktu Tempuh Pesisir Selatan-Solok Dipangkas 4 Jam

Dinas BMCKTR Sumatra Barat memaksimalkan perbaikan ruas jalan Pasar Baru-Alahan Panjang sepanjang 40 kilometer yang kini kembali lebar dan bisa dilalui dua arah. Jalur ini memangkas waktu tempuh hingga 4 jam antara Pesisir Selatan dan Solok tanpa memutar lewat Padang atau Sitinjau Lauik. Tiga titik dikerjakan pihak ketiga dengan progres 40 persen, delapan titik swakelola rampung, didukung anggaran Rp500 juta dari total Dana TKD Rp258 miliar.

Oct 22, 2026 - 08:02
Updated: 9 hours ago
0
Jalan Pasar Baru-Alahan Panjang Kembali Lebar, Waktu Tempuh Pesisir Selatan-Solok Dipangkas 4 Jam
Jalan Pasar Baru-Alahan Panjang Kembali Lebar, Waktu Tempuh Pesisir Selatan-Solok Dipangkas 4 Jam

Perbaikan infrastruktur jalan di Sumatra Barat pascabencana hidrometeorologi terus memperlihatkan kemajuan. Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatra Barat memaksimalkan pengerjaan di lapangan, sehingga ruas jalan strategis Pasar Baru di Kabupaten Pesisir Selatan hingga Alahan Panjang di Kabupaten Solok kini kembali lebar dan dapat dilalui berbagai jenis kendaraan dari kedua arah.

Ruas jalan sepanjang 40 kilometer itu dinilai sangat vital bagi mobilitas masyarakat. Selain menyingkat jarak, jalur tersebut memangkas waktu tempuh hingga 4 jam dan menjadi alternatif utama penghubung Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok tanpa harus memutar melewati Kota Padang maupun jalur ekstrem Sitinjau Lauik.

Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, menyatakan penanganan timbunan material longsor dan perbaikan struktur jalan terus dilakukan secara intensif melalui kombinasi anggaran APBD serta kerja sama instansi teknis. Hal itu disampaikannya saat meninjau pengerjaan perbaikan di ruas jalan Bayang-Alahan Panjang, Selasa (20/10/2026).

"Pelaksanaan perbaikan saat ini menggunakan anggaran reguler APBD melalui skema pihak ketiga serta pengerjaan swakelola yang ditangani langsung oleh UPTD Wilayah VI dan UPTD Workshop dan Alat Berat," ujar Armizoprades.

Menurutnya, pengerjaan melalui pihak ketiga mencakup tiga titik lokasi yang progresnya sudah mencapai 40 persen dan ditargetkan selesai pada November. Pekerjaan itu meliputi pemasangan bronjong penahan longsor, pasangan batu, hingga pengaspalan ulang. Sementara penanganan secara swakelola, sebanyak delapan titik lokasi telah rampung ditangani pada minggu ini.

Armizoprades menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan ini juga disokong Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikelola Dinas BMCKTR dengan total anggaran sekitar Rp258 miliar. Khusus untuk percepatan penanganan ruas jalan Pasar Baru-Alahan Panjang, dialokasikan dana sebesar Rp500 juta.

"Kami berharap ke depan penanganan ruas jalan ini dapat didukung secara berkelanjutan melalui anggaran pemerintah pusat lewat Dana R3P, sehingga fungsi jalan dapat pulih 100 persen secara normal," tambahnya.

Meski di lapangan tim teknis menghadapi kendala cuaca yang tidak menentu serta medan geografis yang berat, Dinas BMCKTR berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan perbaikan demi menjamin keamanan arus transportasi. Armizoprades juga mengimbau masyarakat dan para pengemudi yang melintasi jalur Pasar Baru-Alahan Panjang agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat curah hujan tinggi di sekitar area bekas longsor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User