Dino Patti Djalal Soroti Krisis Asap, Sebut Ini Ujian Diplomasi Indonesia di Era Prabowo

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai krisis kabut asap akibat karhutla menjadi ujian diplomasi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Ia mencontohkan keberhasilan RI menangani tsunami Aceh 2004 dan membantah narasi bahwa Singapura berupaya menjatuhkan pasar modal Indonesia melalui MSCI.

Oct 22, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0
Dino Patti Djalal Soroti Krisis Asap, Sebut Ini Ujian Diplomasi Indonesia di Era Prabowo
Dino Patti Djalal Soroti Krisis Asap, Sebut Ini Ujian Diplomasi Indonesia di Era Prabowo

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal angkat bicara mengenai cara Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Menurutnya, persoalan kabut asap yang masih berlangsung menjadi ujian bagi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto untuk menunjukkan kemampuan berdiplomasi secara bijak dalam menghadapi krisis tersebut.

Pendiri lembaga think tank Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu menyampaikan pandangannya melalui media sosial pada Kamis (22/10). Ia menekankan pentingnya Indonesia menjaga hubungan baik dengan negara tetangga meski berada dalam situasi sulit. Sebagai negara yang dianggap pemimpin natural di kawasan Asia Tenggara, Indonesia dinilai harus mampu menangani krisis asap dengan cara yang semakin mengukuhkan kebesaran bangsa, bukan sebaliknya.

Dino lantas merujuk pada pengalaman Indonesia saat menangani tsunami Aceh pada 2004. Menurutnya, cara Indonesia mengelola krisis bencana alam terbesar dalam sejarah itu justru membuat negara-negara tetangga kompak bekerja sama di bawah komando RI. Hasilnya, krisis tsunami dapat tertangani dengan baik dan kepercayaan dunia terhadap Indonesia semakin meningkat.

Sejak beberapa bulan lalu, karhutla melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama Sumatra dan Kalimantan. Dampaknya, Malaysia dan Singapura mengalami kabut asap serta mencatat indeks kualitas udara yang buruk. Beberapa negara sempat menawarkan bantuan untuk menangani karhutla, tetapi pemerintah awalnya menolak. Baru pada pekan lalu, pemerintah setuju menerima bantuan dari negara tetangga.

Dalam kesempatan itu, Dino juga menanggapi narasi yang menuding Singapura berusaha menjatuhkan pasar modal Indonesia hingga merebut aset-asetnya melalui MSCI, perusahaan jasa keuangan global Morgan Stanley Capital International. Akhir pekan lalu, MSCI mengumumkan sedang mempertimbangkan menurunkan peringkat indeks Indonesia dari pasar negara berkembang menjadi pasar mandiri. Langkah itu disebut bisa menjadi tanda kemunduran di tengah upaya Indonesia mempertahankan statusnya sebagai pasar negara berkembang.

Dino menilai tudingan tersebut sebagai pandangan yang tidak masuk akal dan jauh dari realita. Ia menegaskan Singapura merupakan negara tetangga yang memiliki goodwill, trust, dan track record kerja sama yang sudah lama teruji dengan Indonesia. Menurutnya, Singapura selalu membantu Indonesia saat menghadapi bencana, seperti tsunami, gempa bumi, hingga pandemi Covid-19, serta mendukung Indonesia di bidang investasi, pendidikan, dan perdagangan.

Ia menjelaskan, Singapura memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia karena menjadi salah satu negara yang paling terdampak jika terjadi gejolak. Sebagai negara kecil yang secara geografis dihimpit Indonesia dan Malaysia, Dino menilai hukumnya tabu dan haram bagi elit politik Singapura untuk berkonspirasi mencelakai Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User