BMKG Peringatkan Musim Hujan Datang Lebih Lambat, Ancaman Banjir dan Longsor Mulai Mengintai

BMKG memprediksi awal musim hujan di Indonesia mundur akibat kemarau panjang yang bertepatan dengan El Nino kuat. Sebagian wilayah baru memasuki musim hujan pada November, sebagian lain Desember. Meski curah hujan normal, periode musim hujan lebih pendek sehingga hujan lebat hingga ekstrem berpotensi lebih sering terjadi dan memicu banjir serta longsor.

Oct 22, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0
BMKG Peringatkan Musim Hujan Datang Lebih Lambat, Ancaman Banjir dan Longsor Mulai Mengintai
BMKG Peringatkan Musim Hujan Datang Lebih Lambat, Ancaman Banjir dan Longsor Mulai Mengintai

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Indonesia tahun ini datang lebih lambat dibanding rata-rata klimatologis. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut kondisi tersebut dipengaruhi musim kemarau yang masih berlangsung dan bertepatan dengan fenomena El Nino kategori kuat.

Menurut Faisal, sebagian wilayah diperkirakan baru mulai memasuki musim hujan pada November, sementara wilayah lain menyusul pada Desember. Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian utama BMKG. Sejumlah daerah di provinsi itu diprediksi memasuki musim hujan pada pertengahan November, sedangkan daerah lainnya pada akhir November.

"Kemarin misalnya di Kalimantan Tengah yang sekarang menjadi perhatian utama kita, ada yang masuknya nanti di pertengahan November, dan ada yang masuknya di akhir November," ujar Faisal di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).

Faisal mengungkapkan kepekatan asap yang belum teratasi dikhawatirkan semakin memundurkan datangnya hujan. Karena itu, BMKG berupaya mengurangi kepekatan asap melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). BMKG juga telah melakukan uji coba kerja sama dengan Thailand untuk membongkar lapisan inversi dan mengangkat asap.

"Kalau kepekatan asap tidak bisa kita kurangi, kita khawatir musim hujan ini masuknya bisa lebih mundur lagi. Sehingga kepekatan itu dibongkar dengan melakukan OMC. Kerja sama juga sudah diuji coba oleh BMKG dengan Thailand untuk membongkar lapisan tersebut dan mengangkat asapnya," tambahnya.

Meski curah hujan selama musim hujan diperkirakan berada pada kategori normal berdasarkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, Faisal menyebut periode musim hujan tahun ini diprediksi lebih pendek. Kondisi itu membuat hujan lebat hingga ekstrem berpotensi lebih sering terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun depan.

"Sifat hujannya normal, artinya curah hujan yang akan jatuh sama dengan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, tapi periodenya lebih pendek. Sehingga nanti akan terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan," jelas Faisal.

Seiring perkiraan puncak musim hujan yang berlangsung pada Desember, Januari, dan Februari, Faisal mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor perlu diantisipasi sejak dini. "Bencana meteorologi basah, yaitu banjir, longsor, itu juga perlu kita antisipasi dari mulai sekarang," tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User