Bakar Ban di Depan Rutan Padang, Pendemo Dibubarkan Emak-Emak yang Kesal Asap Makin Pekat

Aksi unjuk rasa sekelompok pemuda dari organisasi BMSBM di depan Rutan Kelas IIB Padang, Senin (19/10/2026), berlangsung ricuh setelah massa membakar ban bekas. Warga setempat, terutama emak-emak, marah karena asap hitam pekat memperparah kabut asap yang sedang melanda Kota Padang. Mereka memprotes dan memadamkan api. Warga menegaskan tidak melarang penyampaian aspirasi, tetapi pembakaran ban dinilai tidak bijak di tengah bencana kabut asap.

Oct 21, 2026 - 12:03
Updated: 19 hours ago
0
Bakar Ban di Depan Rutan Padang, Pendemo Dibubarkan Emak-Emak yang Kesal Asap Makin Pekat
Bakar Ban di Depan Rutan Padang, Pendemo Dibubarkan Emak-Emak yang Kesal Asap Makin Pekat

Aksi unjuk rasa sekelompok pemuda dari organisasi BMSBM di depan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Padang, Senin (19/10/2026), berlangsung ricuh. Kericuhan bukan dipicu bentrokan dengan aparat keamanan, melainkan kemarahan warga sekitar, khususnya emak-emak, yang tidak terima lingkungan mereka tercemar asap dari ban bekas yang dibakar massa aksi.

Awalnya demonstrasi berjalan seperti biasa. Namun suasana berubah ketika peserta aksi membakar ban bekas di depan kompleks rutan. Kepulan asap hitam pekat disertai bau menyengat langsung membubung tinggi. Kondisi itu dinilai memperparah kualitas udara Kota Padang yang saat ini sedang dilanda bencana kabut asap.

Warga yang tidak terima kemudian mendatangi lokasi demo. Para emak-emak meluapkan kekesalan dengan nada tinggi kepada para orator dan peserta aksi. Tidak hanya memprotes, mereka juga turun tangan memadamkan api yang masih membakar ban tersebut.

Salah seorang warga, Hendra, menjelaskan bahwa warga sebenarnya tidak melarang siapa pun menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, ia menilai pembakaran ban di tengah situasi kabut asap sangat tidak bijak dan merugikan kesehatan warga sekitar.

"Kami tidak mempermasalahkan bentuk aksi yang mereka lakukan. Tapi pembakaran ban ini memperburuk kondisi udara. Asap pekat dan baunya menyengat sekali, sangat mengganggu warga. Aksi emak-emak tadi murni bentuk emosi spontan melihat kondisi lingkungan yang makin parah," ujar Hendra saat dikonfirmasi.

Aksi emak-emak tersebut sempat direkam dalam video dan viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat warga meluapkan kekesalan kepada peserta demo sebelum akhirnya berhasil memadamkan kobaran api pada tumpukan ban bekas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User