Pantai Air Manis Dibersihkan Lintas Sektor, Wisatawan Diminta Nyaman Berkunjung
Dinas Pariwisata Kota Padang bersama lintas sektor menggelar Gerakan Wisata Bersih di Pantai Air Manis pada Rabu (21/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Padang Selatan, Kelurahan Air Manis, Perumda PSM, LPM, dan pedagang setempat. Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan wisatawan di destinasi yang identik dengan legenda Batu Malin Kundang tersebut.
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata menggelar Gerakan Wisata Bersih (GWB) di kawasan Destinasi Tempat Wisata (DTW) Pantai Air Manis pada Rabu (21/10/2026). Aksi gotong royong ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan tujuan mendorong ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut melibatkan sinergi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kelurahan Air Manis, Perumda PSM, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Air Manis, serta para pedagang di sepanjang kawasan pantai. Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, memimpin langsung jalannya pembersihan.
Menurut Yenni, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting untuk menjaga kelestarian objek wisata andalan ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu. Ia menyebut kegiatan pagi tersebut melibatkan pedagang, PSM, kecamatan, kelurahan, hingga Satpol PP untuk bersama-sama membersihkan kawasan destinasi Pantai Air Manis.
Yenni menegaskan bahwa Pantai Air Manis memiliki daya tarik historis yang kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Karena itu, penataan dinilai sangat dibutuhkan mengingat tingginya kunjungan ke area tersebut. Ia menyoroti legenda Batu Malin Kundang yang banyak diminati wisatawan, sehingga kondisi kawasan perlu ditata dan dibersihkan agar pengunjung merasa nyaman.
Selain memungut sampah di sepanjang garis pantai, kegiatan ini juga bertujuan memberikan edukasi berkelanjutan kepada para pelaku usaha mikro yang beroperasi di sekitar destinasi. Yenni menjelaskan bahwa sasaran utamanya adalah mengedukasi pedagang agar peduli terhadap kebersihan dan mampu mengelola kawasan wisata dengan baik, terutama dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan pengunjung maupun pedagang.
Pemeliharaan destinasi wisata tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat lokal. Yenni menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan penataan dan melengkapi sarana serta prasarana yang ada, yang tentunya harus didukung oleh kepedulian para pedagang di kawasan wisata tersebut.
Kegiatan edukasi dan bersih-bersih ini ditutup dengan pesan harapan agar kelestarian lingkungan terus dipertahankan. Menurut Yenni, tujuan utama kegiatan adalah menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan destinasi demi kenyamanan para wisatawan yang berkunjung.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)