Turki Siap Kirim Tentara ke Arab Saudi, Mandat Parlemen Jadi Kunci
Pemerintah Turki berencana meminta mandat parlemen untuk mengerahkan personel militer ke Arab Saudi sebagai bagian dari pakta pertahanan bersama Pakistan dan Arab Saudi yang diteken di Mekkah pada Agustus lalu. Prajurit Turki disebut tidak akan terlibat operasi ofensif, melainkan membantu pertahanan udara, peperangan elektronik, dan pertukaran intelijen.
Pemerintah Turki tengah menyiapkan langkah untuk mengerahkan personel militer ke Arab Saudi. Rencananya, Ankara akan menyerahkan mandat kepada parlemen agar pengerahan tersebut mendapat persetujuan resmi.
Informasi ini disampaikan seorang anggota parlemen dari Partai AK (The Justice and Development Party) kepada Reuters pada Rabu (21/10). Menurut politikus yang tidak ingin diidentifikasi tersebut, langkah itu merupakan bagian dari komitmen Turki terhadap pakta pertahanan yang diteken bersama Pakistan dan Arab Saudi pada Agustus lalu.
Mandat tersebut akan dikirim ke parlemen begitu rancangan undang-undang yang meratifikasi kesepakatan disetujui. Rencananya, ratifikasi dilakukan pada Selasa (20/10).
Anggota parlemen itu menegaskan bahwa prajurit Turki yang dikerahkan ke Saudi tidak akan terlibat dalam operasi ofensif. Ankara akan lebih dulu mengirim para ahli dan personel teknis untuk membantu pertahanan udara, teknologi peperangan elektronik, serta dukungan pertahanan lainnya.
Sebelumnya, dua pejabat Turki juga menyebut kepada Reuters bahwa kontribusi Turki di Saudi akan terbatas pada peralatan militer, pertukaran intelijen, dan sistem senjata. Belum ada bentuk pengerahan lain di luar hal tersebut.
Pakta pertahanan Turki, Pakistan, dan Arab Saudi ditandatangani di Mekkah pada Agustus lalu. Perjanjian itu menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Dalam beberapa bulan terakhir, Saudi menjadi sasaran gempuran kelompok milisi Houthi Yaman. Serangan tersebut dilancarkan sebagai respons atas serangan di bandara ibu kota Sanaa, Yaman, pada Juli lalu.
Turki sendiri telah mengecam serangan-serangan Houthi, termasuk yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Insiden itu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)