Jalur Singgalang Masih Ditutup, Video Rombongan Pendaki Diduga Nekat Beredar di Instagram
Dokumentasi rombongan yang diduga mendaki Gunung Singgalang saat jalur masih ditutup beredar di Instagram pada 19 Oktober 2026. Pemerintah Nagari Pandai Sikek mengaku tak mengetahui aktivitas itu, sementara Polsek X Koto baru mengetahuinya pada 20 Oktober dan langsung mengecek lokasi. Rombongan disebut berjumlah lima orang tanpa SIMAKSI dan pemandu resmi, namun BKSDA Sumatera Barat belum memberi keterangan resmi.
Dokumentasi perjalanan sekelompok orang yang diduga mendaki Gunung Singgalang ketika jalur pendakian masih ditutup beredar di Instagram pada 19 Oktober 2026. Unggahan tersebut langsung memantik pertanyaan, terutama karena kawasan itu masih berada dalam status larangan masuk.
Pemerintah Nagari Pandai Sikek mengaku tidak menerima laporan apa pun soal dugaan pendakian pada 17 Oktober 2026 itu. Menurut pihak nagari, aktivitas tersebut diduga luput dari pantauan pemerintah nagari maupun warga di sekitar jalur pendakian.
"Kami tidak memungkiri adanya pendaki nakal yang luput dari pantauan pihak wali nagari dan warga sekitar jalur pendakian. Kami sebelumnya juga tidak mengetahui kejadian aktifitas pendakian ilegal ini," ujar Pemerintah Nagari Pandai Sikek.
Pemerintah nagari lantas mengimbau para pendaki untuk mematuhi larangan selama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat belum membuka kembali jalur pendakian Gunung Singgalang.
Dari sisi kepolisian, Kepolisian Sektor X Koto menyatakan baru mengetahui informasi tersebut pada 20 Oktober 2026 melalui InfoSumbar.net. Setelah itu, polisi berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026.
"Kami dari pihak kepolisian baru mengetahui adanya aktivitas pendakian ini, kemarin. Kami juga telah melakukan pengecekan langsung pagi ini, namun baik pihak wali nagari maupun warga sekitar menyatakan tidak mengetahui aktivitas pendakian tersebut," kata Kepolisian Sektor X Koto.
Berdasarkan keterangan pelapor yang disampaikan melalui media sosial InfoSumbar.net, rombongan yang disebut berjumlah lima orang itu diduga mendaki tanpa Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) dan tanpa pemandu resmi. Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi mengenai status perizinan rombongan tersebut.
Pelapor telah menyampaikan informasi itu kepada BKSDA Sumatera Barat. InfoSumbar.net juga telah menghubungi BKSDA melalui telepon untuk meminta konfirmasi, tetapi hingga berita ini diterbitkan, BKSDA belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pendakian maupun status perizinan rombongan.
Melalui akun Instagram resminya, @bksda_sumbar, BKSDA mengumumkan penutupan jalur pendakian di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan itu bertujuan mengevaluasi dan membenahi sarana serta prasarana pengelolaan kawasan. Masyarakat diminta mematuhi ketentuan penutupan dan tidak memasuki kawasan selama larangan berlaku, sementara dugaan pendakian ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut, terutama soal status perizinan rombongan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)