Partai Arab Israel Pasang Target Besar di Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Terancam Tersingkir

Koalisi partai Arab Israel, Joint List, menargetkan kekalahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada pemilu 27 Oktober. Pemimpin Joint List Yousef Jabareen menilai meningkatnya partisipasi pemilih Arab bisa menggulingkan pemerintahan Netanyahu dan mencegah partai sayap kanan kembali berkuasa. Survei terbaru memproyeksikan seluruh partai Arab meraih 13 kursi dari 120 kursi parlemen.

Oct 21, 2026 - 12:02
Updated: 19 hours ago
0
Partai Arab Israel Pasang Target Besar di Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Terancam Tersingkir
Partai Arab Israel Pasang Target Besar di Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Terancam Tersingkir

Koalisi partai Arab di Israel, Joint List, menegaskan tekadnya untuk mengakhiri kekuasaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada pemilihan umum yang dijadwalkan 27 Oktober mendatang. Pemimpin Joint List Yousef Jabareen menyatakan bahwa kunci perubahan terletak pada tingginya partisipasi pemilih dari komunitas Arab.

Dalam jumpa pers pada Selasa (20/10), Jabareen menilai lonjakan partisipasi tersebut dapat memastikan tumbangnya pemerintahan Netanyahu. Menurutnya, suara warga Arab akan menjadi penentu apakah Netanyahu dan partai-partai sayap kanan kembali membentuk pemerintahan atau tidak.

Joint List sendiri merupakan koalisi yang terdiri dari Partai Ta'al, Hadash, dan Balad. Ketiga partai Arab tersebut bersatu untuk menghadapi pemilu 27 Oktober dengan misi utama mendepak Netanyahu dari kursi perdana menteri sekaligus memastikan Israel tidak lagi dipimpin partai sayap kanan.

Jabareen juga berjanji memperkuat kehadiran internasional aliansi tersebut. Ia menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan institusi dan pemerintah berpengaruh demi memperjuangkan hak-hak warga Arab dan Palestina.

"Kami ingin Joint List menjadi jaring pengaman bagi rakyat kami dari kekerasan dan kejahatan, dari kebijakan pembongkaran rumah, dan jadi jaring pengaman bagi kaum muda dalam isu-isu sosial dan ekonomi serta dalam membela hak mereka atas masa depan yang bermartabat dan aman," ujar Jabareen.

Senada dengan Jabareen, Pemimpin Partai Ta'al Ahmad Tibi menegaskan bahwa tujuan utama Joint List adalah mengeluarkan Netanyahu dari kursi perdana menteri. Meski mengakui pemerintahan alternatif yang mungkin terbentuk bukanlah pemerintahan ideal, ia menilai situasi saat ini memaksa pihaknya memilih di antara dua pilihan yang sama-sama tidak sempurna.

"Kami menyadari bahwa pemerintahan alternatif mana pun bukanlah pemerintahan impian kami, tetapi kami dihadapkan pada pilihan antara yang buruk dan yang lebih buruk," kata Tibi, seperti dikutip Anadolu Agency.

Tibi menambahkan, pihaknya bertekad dan membuka tangan kepada siapa pun yang ingin menggulingkan pemerintahan ekstremis. Sikap itu menunjukkan kesediaan Joint List bekerja sama dengan kekuatan politik lain demi mencapai tujuan tersebut.

Dukungan elektoral bagi partai Arab pun terbilang signifikan. Survei terbaru Channel 12 Israel memproyeksikan Joint List meraih delapan kursi di parlemen, sementara koalisi United Arab List pimpinan Mansour Abbas diperkirakan mendapat lima kursi. Dengan demikian, gabungan seluruh partai Arab diproyeksikan mencapai 13 kursi.

Meski begitu, pembentukan pemerintahan Israel tetap membutuhkan mayoritas 61 dari 120 kursi parlemen. Karena itu, tingginya partisipasi pemilih Arab pada 27 Oktober menjadi faktor yang dinilai krusial untuk menentukan arah politik Israel ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User