Dari Gerobak Keliling ke Warung Sendiri, Kisah Ardi Jaga Ketoprak Warisan Orang Tua Berkat KUR BRI

Ardi Yulianto, pelaku usaha mikro di Bengkulu Selatan, meneruskan usaha ketoprak warisan orang tuanya sejak 1990-an. Berkat KUR BRI Rp25 juta pada 2017, ia beralih dari gerobak keliling ke warung tetap. Usahanya kini berkembang dengan dukungan QRIS dan pendampingan Mantri BRI, sejalan dengan riset BRI yang menunjukkan KUR meningkatkan omzet UMKM.

Oct 21, 2026 - 12:02
Updated: 18 hours ago
0
Dari Gerobak Keliling ke Warung Sendiri, Kisah Ardi Jaga Ketoprak Warisan Orang Tua Berkat KUR BRI
Dari Gerobak Keliling ke Warung Sendiri, Kisah Ardi Jaga Ketoprak Warisan Orang Tua Berkat KUR BRI

Usaha ketoprak yang dirintis orang tua Ardi Yulianto sejak 1990-an kini terus berjalan di tangan generasinya. Pelaku usaha mikro asal Kelurahan Ketapang Besar, Kabupaten Bengkulu Selatan, itu memutuskan meneruskan warisan keluarga sebagai sumber penghidupan, dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Ardi menuturkan, keputusan tersebut muncul seiring bertambahnya usia orang tuanya. Selama sekitar 10 tahun ia berjualan menggunakan gerobak sambil menjaga cita rasa khas keluarga. Pelanggan yang tetap setia menjadi semangat baginya untuk mengembangkan usaha.

Peluang itu terbuka pada 2017 ketika Ardi memperoleh fasilitas KUR BRI sebesar Rp25 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas usaha, termasuk menyewa warung sebagai tempat berjualan tetap. Perubahan cara berjualan pun dirasakan, baik oleh dirinya maupun pelanggan.

Jika sebelumnya ia harus berkeliling menjajakan ketoprak, kini pembeli bisa langsung datang ke warung dan menikmati hidangan dengan lebih nyaman. Tempat usaha tetap itu juga memudahkan Ardi melayani pelanggan setia sekaligus menjangkau pembeli baru.

"Sangat bersyukur sekarang sudah punya tempat berjualan sendiri, jadi pelanggan tidak perlu mencari gerobak saya lagi. Saya juga lebih leluasa melayani pembeli. Bagi saya, yang paling penting usaha peninggalan orang tua ini bisa terus berjalan dan semakin berkembang," ujar Ardi.

Dalam menjalankan usaha, anggota keluarga Ardi saling bahu-membahu. Menurutnya, usaha rintisan orang tuanya telah membuka ruang bagi anggota keluarga lintas generasi untuk turut mengambil peran. Seiring perkembangan, Ardi juga memanfaatkan layanan pembayaran digital QRIS BRI sebagai alternatif nontunai yang lebih praktis bagi pelanggan.

Ardi mengapresiasi dukungan BRI, mulai dari pembiayaan hingga pendampingan usaha oleh Mantri BRI. Ia menilai pelayanan yang ramah dan kemudahan akses pembiayaan menjadi bagian penting dalam perjalanan mengembangkan usaha keluarganya.

"Mantri BRI selama ini baik dan banyak membantu saya, mulai dari proses pengajuan KUR sampai memberikan arahan untuk usaha. Alhamdulillah, berkat dukungan tersebut, usaha saya bisa terus berkembang. Dari gerobak keliling hingga memiliki warung sendiri, saya ingin menyampaikan bahwa usaha kecil siapa pun dapat menyimpan harapan besar bagi sebuah keluarga," tuturnya.

Perkembangan usaha Ketoprak Mas Ardi sejalan dengan riset BRI Research Institute pada 2025 bertajuk "Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM". Riset terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI itu menunjukkan 66,2 persen debitur mengalami peningkatan omzet, dengan 45,9 persen di antaranya melaporkan kenaikan omzet 5-15 persen.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan, melalui penyaluran KUR, BRI berkomitmen mewujudkan Asta Cita, khususnya pada pilar meningkatkan lapangan kerja berkualitas serta mendorong kewirausahaan. Menurutnya, peningkatan omzet para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User