Syed Saddiq Tegas soal Asap Karhutla: Bukan Malaysia Lawan Indonesia, Perusahaan Pembakar Harus Dihukum
Anggota Parlemen Malaysia Syed Saddiq menegaskan kabut asap karhutla bukan konflik Malaysia-Indonesia. Ia menuntut perusahaan yang terbukti membakar hutan dimintai pertanggungjawaban tanpa memandang asal negara, menyusul kritik mantan Mendag RI M Lutfi yang menilai isu ini seharusnya fokus pada tanggung jawab korporasi, bukan menyudutkan seluruh rakyat Indonesia.
Anggota Parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman menegaskan bahwa persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukanlah konflik antara Malaysia dan Indonesia. Penegasan itu ia sampaikan melalui video yang diunggah di media sosial, menyusul tanggapan mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi terkait kritik negara tetangga terhadap asap karhutla.
"Ini bukan Malaysia lawan Indonesia," kata Syed Saddiq dalam video tersebut. Ia menekankan bahwa persoalan utama yang perlu diselesaikan adalah dampak kebakaran hutan terhadap masyarakat di kawasan Asia Tenggara, termasuk gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Menurut Syed Saddiq, perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran harus dimintai pertanggungjawaban tanpa memandang asal negaranya. Ia menegaskan tidak akan melindungi perusahaan yang terbukti menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Identitas atau asal negara perusahaan, ujarnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk membebaskan pihak yang bertanggung jawab.
"Bendera bukan alasan untuk merusak alam," tegasnya.
Sebelumnya, Syed Saddiq mengusulkan agar Malaysia bekerja sama dengan Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya untuk memberikan tekanan diplomatik dan finansial kepada perusahaan yang terkait dengan kebakaran hutan di Indonesia. Ia juga mendorong penghentian pembiayaan terhadap perusahaan yang terbukti terlibat dalam praktik pembakaran lahan, karena menilai pendekatan diplomatik yang selama ini dilakukan belum cukup menyelesaikan persoalan kabut asap yang berulang.
Di sisi lain, Muhammad Lutfi mengkritik narasi yang menurutnya menyudutkan Indonesia dan seruan agar RI dikucilkan oleh ASEAN. Ia menilai persoalan karhutla seharusnya berfokus pada pertanggungjawaban perusahaan, bukan menjadikan seluruh rakyat Indonesia sebagai sasaran kecaman.
Menanggapi polemik tersebut, Syed Saddiq menegaskan bahwa penegakan tanggung jawab harus didasarkan pada bukti, bukan sentimen kebangsaan. Dalam video itu, ia juga menyoroti dampak kabut asap terhadap anak-anak di kedua negara dan mengingatkan bahwa masyarakat Malaysia dan Indonesia sama-sama membutuhkan udara bersih.
Menurutnya, penyelesaian persoalan karhutla semestinya berfokus pada penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab serta perlindungan masyarakat dari dampak pencemaran udara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)