DEN Temukan Penerima MBG Justru Lebih Banyak Siswa Kaya, Distribusi Dinilai Belum Tepat Sasaran

Dewan Ekonomi Nasional mengungkap penerima Makan Bergizi Gratis per September masih didominasi siswa dari keluarga kaya dan terkonsentrasi di perkotaan. DEN merekomendasikan perbaikan prioritas penerima agar menyasar siswa miskin di pedesaan dan wilayah 3T, sekaligus menekankan pentingnya kualitas menu karena berkorelasi dengan semangat belajar dan kehadiran siswa.

Oct 21, 2026 - 04:02
Updated: 8 hours ago
0
DEN Temukan Penerima MBG Justru Lebih Banyak Siswa Kaya, Distribusi Dinilai Belum Tepat Sasaran
DEN Temukan Penerima MBG Justru Lebih Banyak Siswa Kaya, Distribusi Dinilai Belum Tepat Sasaran

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti ketidaktepatan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data distribusi penerima per September, jumlah siswa dari keluarga kaya yang menerima program ini ternyata lebih banyak dibandingkan siswa dari keluarga miskin.

Temuan itu disampaikan anggota DEN Mochamad Firman Hidayat dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Selain soal kondisi ekonomi keluarga penerima, Firman menyebut sebaran penerima MBG masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan ketimbang pedesaan.

"Kami juga melihat data per September, memang sebaran distribusi penerima MBG itu masih terkonsentrasi, masih lebih tinggi di perkotaan dibandingkan dengan pedesaan. Dan masih banyak, lebih banyak siswa kaya yang menerima dibandingkan siswa miskin," ujar Firman.

Karena itu, DEN menilai pemerintah perlu membenahi prioritas penerima. Program MBG diharapkan lebih menjangkau masyarakat miskin, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta pedesaan.

Kajian DEN ini disusun bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain melalui modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang mulai diterapkan sejak September 2025. Survei mencakup seluruh wilayah Indonesia dan mengukur dampak MBG terhadap kehadiran siswa, semangat belajar, serta rasa lapar di sekolah.

Hasil studi menunjukkan MBG berpotensi mengurangi ketidakhadiran siswa, meningkatkan semangat belajar, dan menekan rasa lapar selama kegiatan belajar. Menurut Firman, siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program tersebut. Perbedaan itu bahkan terlihat cukup besar pada kelompok masyarakat paling miskin atau desil 1.

"Jadi ketika dia nonpenerima MBG, dia akan sering absen, sementara kalau penerima MBG dia akan relatif tidak absen ke sekolah," katanya.

Selain kehadiran, kualitas makanan juga berkaitan dengan semangat belajar. Studi DEN mencatat 95 persen siswa penerima MBG menyatakan semangat belajar mereka meningkat ketika kualitas menu dinilai sangat baik. Namun, angka tersebut turun saat kualitas menu dinilai buruk.

"Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG, karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah," kata Firman.

DEN pun merekomendasikan agar pemerintah memperbaiki kualitas menu sekaligus memprioritaskan distribusi MBG bagi siswa dari keluarga miskin, terutama di wilayah pedesaan dan daerah 3T. Langkah itu dinilai perlu agar manfaat program lebih merata dan tepat menyentuh kelompok yang membutuhkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User