Rupiah Pagi Ini Naik ke Rp17.985 per Dolar AS, Sinyal Kenaikan Suku Bunga BI Jadi Penentu
Nilai tukar rupiah menguat 7 poin atau 0,04 persen ke Rp17.985 per dolar AS pada perdagangan Rabu (21/10) pagi. Penguatan terbatas ini terjadi di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia dan dunia. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.850 hingga Rp18.000, dengan antisipasi kenaikan suku bunga dalam RDG BI sore ini sebagai pendorong utama.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Rabu (21/10) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.985 per dolar AS, naik 7 poin atau 0,04 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah ini terjadi di tengah tekanan yang melanda sebagian besar mata uang kawasan Asia. Yuan China tercatat melemah 0,03 persen, peso Filipina turun 0,04 persen, dan Dolar Singapura melemah 0,05 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia justru terapresiasi 0,04 persen.
Pelemahan juga dialami sejumlah mata uang Asia lainnya. Yen Jepang terdepresiasi 0,08 persen, won Korea Selatan melemah 0,05 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.
Tren serupa terlihat pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa turun 0,09 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dolar Kanada turun 0,01 persen, dan franc Swiss melemah 0,18 persen. Hanya dolar Australia yang tercatat terapresiasi 0,26 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat terbatas. Menurutnya, pasar sedang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar sore ini.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas oleh antisipasi kenaikan suku bunga dalam RDG BI sore ini. Sentimen di pasar ekuitas domestik masih akan mendikte rupiah, yang apabila kembali membaik akan kembali mendukung," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/10).
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS. Selain keputusan suku bunga BI, arah pergerakan pasar ekuitas domestik disebutnya turut menjadi faktor yang menentukan arah rupiah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)