Pertamina Andalkan Terminal LPG Tanjung Sekong untuk Jaga Pasokan Nasional

PT Pertamina (Persero) menegaskan peran strategis Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, dalam menjaga ketahanan energi nasional. Terminal yang berstatus Objek Vital Nasional ini memasok sekitar 35-40 persen kebutuhan LPG nasional dan melayani distribusi ke 63 kabupaten/kota. Dengan kapasitas penyimpanan 98 ribu metrik ton dan throughput lebih dari 200 ribu MT per bulan, terminal ini menjadi pusat distribusi LPG terbesar di Indonesia. Pertamina juga menerapkan digitalisasi dan inisiatif dekarbonisasi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional.

Aug 4, 2026 - 00:04
Aug 4, 2026 - 00:04
 0
Pertamina Andalkan Terminal LPG Tanjung Sekong untuk Jaga Pasokan Nasional
Pertamina Andalkan Terminal LPG Tanjung Sekong untuk Jaga Pasokan Nasional

PT Pertamina (Persero) menegaskan peran strategis Terminal LPG Tanjung Sekong yang berlokasi di Cilegon, Banten, dalam menjaga ketahanan energi nasional. Terminal yang berstatus Objek Vital Nasional ini memasok sekitar 35-40 persen kebutuhan LPG nasional dan melayani distribusi ke 63 kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyatakan bahwa LPG telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang menopang aktivitas rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor industri. Oleh karena itu, keandalan pasokan harus terus dijaga agar aktivitas ekonomi dan masyarakat tidak terganggu. Pernyataan tersebut disampaikan Iriawan saat melakukan Management Walkthrough di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, pada Rabu (29/7).

Terminal LPG Tanjung Sekong mulai beroperasi pada 2012 dan ditingkatkan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada 2020. Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 12,9 hektare ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98 ribu metrik ton (MT) dengan dukungan tiga dermaga berkapasitas 3.500-65.000 DWT. Dengan kemampuan menangani throughput lebih dari 200 ribu MT setiap bulan, terminal ini menjadi salah satu pusat distribusi LPG terbesar di Indonesia sekaligus berperan penting dalam menjaga kelancaran pasokan energi ke berbagai daerah.

Dalam kunjungannya, Iriawan meninjau langsung proses operasional terminal, mulai dari penerimaan dan penyimpanan LPG, sistem distribusi, hingga penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Ia menekankan bahwa budaya keselamatan harus menjadi fondasi utama untuk menjaga keandalan operasional.

Pertamina juga terus memperkuat efisiensi rantai pasok melalui digitalisasi, antara lain dengan pemantauan stok secara real-time dan optimalisasi waktu sandar kapal. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi LPG ke berbagai wilayah. Selain meningkatkan efisiensi, perusahaan turut mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi menuju operasi yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui penjajakan pemanfaatan energi rendah emisi untuk mendukung kegiatan operasional terminal.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu tulang punggung distribusi LPG nasional yang beroperasi selama 24 jam untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat. "Operational excellence terminal ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh disiplin operasional, penerapan HSSE, serta kesiapan seluruh pekerja dalam menjaga setiap tahapan distribusi LPG. Dari sinilah pasokan energi untuk masyarakat dapat terus terjaga," ujar Baron.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0