Bahlil Sindir Warna Politik di Depan Prabowo: Program PLTS Justru Dieksekusi di Kandang Merah

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melontarkan guyonan politis saat peluncuran PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, di hadapan Presiden Prabowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster. Ia menyebut meski Presiden dari Gerindra dan dirinya dari Golkar, eksekusi program justru berjalan di kandang merah PDIP. Pemerintah menargetkan PLTS 100 GWp rampung 2029.

Sep 17, 2026 - 02:42
Sep 17, 2026 - 02:42
 0
Bahlil Sindir Warna Politik di Depan Prabowo: Program PLTS Justru Dieksekusi di Kandang Merah
Bahlil Sindir Warna Politik di Depan Prabowo: Program PLTS Justru Dieksekusi di Kandang Merah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan guyonan bernuansa politik saat menghadiri peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8). Acara tersebut turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Dalam sambutannya, Bahlil mengaku sempat bercanda dengan Gubernur Bali soal warna politik dalam pengelolaan negara. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program pembangunan tidak semestinya dibatasi oleh perbedaan afiliasi partai.

"Saya tadi sempat guyon dengan pak gubernur, pak gubernur mengelola negara jangan melihat warna. Presiden adalah Ketua Umum Gerindra, menterinya adalah Ketua Umum Golkar, tapi eksekusi program PLTS di kandang merah," ujar Bahlil di hadapan para hadirin.

Pernyataan itu merujuk pada posisi Gubernur Bali I Wayan Koster yang dikenal sebagai Ketua DPD PDIP Bali. PDIP sendiri merupakan satu-satunya partai di parlemen yang berada di luar koalisi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Menurut Bahlil, kondisi tersebut justru menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam mengelola negara.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa agenda Presiden Prabowo di Jembrana mencakup peluncuran sekaligus peletakan batu pertama PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali. Kegiatan itu disebut sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

Pras menyatakan program tersebut bertujuan memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap energi fosil. Presiden, lanjutnya, telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan tuntas pada 2029, dengan perkiraan efisiensi biaya listrik mencapai Rp73,9 triliun per tahun.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus menghentikan operasional 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Pras mengungkapkan Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

Pembangunan program ini akan dilakukan secara bertahap, yakni Tahap I sebesar 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp. Pras menambahkan, program PLTS 100 GWp diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta penciptaan lapangan kerja hijau atau green jobs.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0