Udara Solok Masih Tak Sehat, AQI Turun ke 141 tapi Warga Diminta Tetap Waspada

Kualitas udara di Kota Solok masih masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan AQI 141 dan konsentrasi PM2.5 mencapai 51,8 mikrogram per meter kubik. Meski turun dari angka 160 tiga hari sebelumnya, BPBD Kota Solok mengingatkan warga, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, agar tetap waspada dan mengurangi aktivitas luar ruangan.

Oct 20, 2026 - 12:03
Updated: 21 hours ago
0
Udara Solok Masih Tak Sehat, AQI Turun ke 141 tapi Warga Diminta Tetap Waspada
Udara Solok Masih Tak Sehat, AQI Turun ke 141 tapi Warga Diminta Tetap Waspada

Kualitas udara di Kota Solok belum kembali normal. Berdasarkan pemantauan IQAir pada Selasa (20/10/2026) pukul 13.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di kota itu tercatat 141 dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 51,8 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menempatkan kondisi udara Solok pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Meski demikian, ada sedikit perbaikan dibandingkan tiga hari sebelumnya ketika AQI sempat menyentuh angka 160. Kendati turun, Kalaksa BPBD Kota Solok Edrizal menegaskan bahwa kondisi udara belum sepenuhnya aman bagi masyarakat.

"Meski indeks kualitas udara sudah turun dari sebelumnya yang berada di angka 160, kondisi saat ini masih perlu diwaspadai karena kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif," kata Edrizal.

Ia secara khusus mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan, agar tetap waspada terhadap dampak paparan polusi udara. Menurutnya, penurunan indeks tidak serta-merta menghilangkan risiko kesehatan.

Edrizal mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, ia menyarankan penggunaan masker yang sesuai untuk menekan paparan polutan.

Selain itu, masyarakat diminta lebih peka terhadap kondisi kesehatan, terutama jika muncul gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada mata dan tenggorokan. Gejala-gejala tersebut perlu diwaspadai sebagai tanda dampak paparan udara kotor.

"Kami berharap masyarakat tetap mengikuti perkembangan kualitas udara dan meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi kembali membaik," ujar Edrizal.

Dengan kondisi udara yang masih tidak sehat bagi kelompok sensitif, warga Solok diharapkan memantau informasi kualitas udara secara berkala dan menjaga kesehatan hingga situasi membaik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User