Nelayan Balik Saiyo Go Digital! Universitas Ekasakti Dorong Nilai Tambah Ikan Teri di Teluk Kabung Tengah

Universitas Ekasakti sosialisasikan transformasi ekosistem digital kepada nelayan Balik Saiyo untuk meningkatkan nilai jual dan pengelolaan ikan teri.

Feb 2, 2026 - 10:21
Feb 2, 2026 - 10:21
 0
Nelayan Balik Saiyo Go Digital! Universitas Ekasakti Dorong Nilai Tambah Ikan Teri di Teluk Kabung Tengah

Padang — Dalam upaya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Sosialisasi Transformasi Ekosistem Digital pada Kelompok Nelayan Balik Saiyo”. Kegiatan ini diselenggarakan di kawasan pesisir Teluk Kabung Tengah dan menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis pengetahuan, teknologi, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Febri Yeni, selaku Lurah Teluk Kabung Tengah, Ketua Kelompok Nelayan Balik Saiyo beserta anggota, dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti, serta perwakilan LPPM Universitas Ekasakti. Kehadiran unsur pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, dan kelompok nelayan menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam mendorong pembangunan masyarakat pesisir yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Kelompok Nelayan Balik Saiyo selama ini dikenal sebagai kelompok nelayan aktif di Teluk Kabung Tengah dengan hasil tangkapan utama berupa ikan teri. Berdasarkan pemaparan dan diskusi yang berlangsung, diketahui bahwa proses pengelolaan ikan teri yang dilakukan oleh nelayan masih bersifat tradisional. Ikan teri hasil tangkapan langsung direbus, kemudian dijemur menggunakan panas matahari, dan setelah kering dijual kepada pengepul tanpa melalui proses pengolahan lanjutan.

Pola pengelolaan ini menjadikan nelayan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan fluktuasi harga pasar yang sepenuhnya ditentukan oleh pengepul. Ketika musim hujan tiba, proses pengeringan tidak dapat dilakukan secara optimal, sehingga berpotensi menurunkan kualitas produk, memperlambat proses produksi, dan berdampak langsung pada pendapatan nelayan. Padahal, di sisi lain, potensi ikan teri yang melimpah sesungguhnya membuka peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Melalui kegiatan ini, Universitas Ekasakti berupaya memperkenalkan konsep transformasi ekosistem digital kepada kelompok nelayan sebagai langkah awal menuju perubahan yang lebih adaptif dan berdaya saing. Materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Nuraini Dahri, Ketua Program Studi Manajemen Informatika.

Dalam pemaparannya, Dr. Nuraini Dahri menekankan bahwa transformasi digital tidak semata-mata berbicara tentang penggunaan teknologi, tetapi merupakan proses menyeluruh yang mencakup perubahan pola pikir, cara kerja, dan cara membangun jejaring usaha. Ia menjelaskan bahwa ekosistem digital menciptakan ruang baru bagi nelayan untuk terhubung langsung dengan pasar, konsumen, dan mitra usaha tanpa batasan geografis.

Menurutnya, nelayan perlu memahami ekosistem digital secara bertahap, mulai dari pemanfaatan perangkat digital yang sudah dimiliki, penggunaan media sosial, hingga peluang pemasaran produk secara daring. Teknologi digital dinilai dapat menjadi alat strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan visibilitas produk, serta mengurangi ketergantungan terhadap pihak perantara.

“Transformasi ekosistem digital harus dipahami sebagai proses bertahap dan berkelanjutan. Nelayan dapat memulai dari langkah sederhana, seperti memanfaatkan WhatsApp atau media sosial untuk promosi dan komunikasi dengan konsumen. Dari sana, perlahan-lahan dapat dikembangkan ke arah yang lebih luas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital agar nelayan mampu menggunakan teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab. Literasi digital dipandang sebagai fondasi utama agar nelayan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara strategis untuk pengembangan usaha.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Teti Chandrayanti, dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Ekasakti. Dalam paparannya, Dr. Teti menegaskan bahwa transformasi ekosistem digital harus berjalan seiring dengan penguatan manajemen usaha agar memberikan dampak yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan, pencatatan biaya operasional, perencanaan usaha, serta pengendalian produksi merupakan aspek mendasar yang perlu dipahami oleh nelayan. Dengan manajemen yang baik, nelayan dapat mengetahui kondisi usaha secara lebih akurat, memahami struktur biaya, serta merencanakan pengembangan usaha secara lebih terarah.

“Teknologi digital akan menjadi lebih bermanfaat jika didukung oleh manajemen usaha yang tertib dan terencana. Tanpa manajemen yang baik, digitalisasi justru berpotensi menimbulkan permasalahan baru, seperti ketidakterkendalinya biaya dan kesulitan dalam evaluasi usaha,” ujarnya.

Dr. Teti juga menekankan bahwa manajemen usaha yang baik akan menjadi fondasi penting ketika nelayan mulai mengembangkan produk olahan dan memperluas jaringan pemasaran melalui ekosistem digital.

Dalam kegiatan ini, LPPM Universitas Ekasakti turut memberikan pemaparan yang diwakili oleh Sekretaris LPPM, Harry Setya Hadi, yang juga merupakan dosen Manajemen Informatika. Dalam penyampaiannya, LPPM menilai bahwa terdapat kebutuhan yang sangat urgen pada Kelompok Nelayan Balik Saiyo, khususnya terkait hilirisasi produk ikan teri.

LPPM memandang bahwa selama ini nelayan masih berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah dengan nilai jual yang relatif rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan produk melalui hilirisasi agar ikan teri tidak hanya dijual dalam bentuk kering, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti abon ikan teri dan tepung ikan teri.

“Hilirisasi ikan teri merupakan peluang besar untuk meningkatkan pendapatan nelayan. Produk olahan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, daya simpan lebih lama, dan peluang pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan produk olahan ikan teri sangat potensial untuk dijadikan objek riset dan pengabdian lanjutan oleh dosen dan mahasiswa, sehingga terjadi keterkaitan yang kuat antara kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ini juga mengarah pada pentingnya menjadikan lokasi Kelompok Nelayan Balik Saiyo sebagai lokasi riset bagi peneliti Universitas Ekasakti. Riset tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif, baik dalam aspek teknologi pengolahan, manajemen usaha, maupun pemasaran digital.

Dalam sesi diskusi terbuka, muncul beberapa masukan penting dari peserta, salah satunya terkait kebutuhan teknologi pengeringan berbasis panas. Selama ini, proses pengeringan ikan teri sangat bergantung pada sinar matahari. Ketika hujan turun, nelayan tidak dapat melakukan pengeringan secara optimal, sehingga menghambat proses produksi dan menurunkan kualitas hasil olahan.

Menanggapi masukan tersebut, LPPM Universitas Ekasakti menyatakan akan membawa gagasan ini ke berbagai instansi pemerintah dan stakeholder terkait untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan.

LPPM juga menegaskan komitmennya untuk berperan sebagai penghubung antara perguruan tinggi, pemerintah, dan stakeholder lainnya. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kebutuhan masyarakat nelayan dapat terpenuhi, sekaligus memastikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan secara optimal dan berdampak nyata.

Kegiatan Sosialisasi Transformasi Ekosistem Digital pada Kelompok Nelayan Balik Saiyo ini menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan menuju nelayan yang lebih adaptif, mandiri, dan berdaya saing. Universitas Ekasakti, melalui Fakultas Ekonomi dan LPPM, berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat nelayan melalui kegiatan pengabdian, riset, dan kolaborasi berkelanjutan.

Dengan dukungan inovasi, penguatan manajemen, transformasi ekosistem digital, serta hilirisasi produk perikanan, potensi ikan teri di Teluk Kabung Tengah diharapkan dapat dikembangkan secara maksimal. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0