Padang Rancak Award: Kolaborasi UNES dan DLH Padang Wujudkan Kota Hijau Berbudaya
Padang Rancak Award, kolaborasi UNES dan DLH Padang, wujudkan kota hijau dan kampus berdampak melalui gerakan riset berbasis masyarakat.
Padang, 29 Oktober 2025 — Sebagai langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan kota, Universitas Ekasakti (UNES) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang secara resmi meluncurkan “Padang Rancak Award”, sebuah gerakan kolaboratif berbasis riset.
Program ini bukan sekadar lomba kebersihan antar-RT, tetapi juga merupakan pilot project riset sosial yang mengintegrasikan pengetahuan akademik, semangat gotong royong, dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kota yang bersih dan berbudaya lingkungan.
Rektor Universitas Ekasakti menyatakan bahwa gerakan ini menjadi simbol nyata dari peran kampus dalam kehidupan sosial masyarakat. “Kami ingin ilmu pengetahuan hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan,” ujarnya.
Berawal dari Riset Kampus, Menjadi Gerakan Sosial
Program “Padang Rancak Award” berakar dari hasil penelitian yang dilakukan para dosen dan peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNES mengenai perilaku kebersihan, partisipasi publik, dan tata kelola lingkungan di Kota Padang.
Hasil riset tersebut menemukan bahwa perubahan perilaku terhadap kebersihan hanya dapat terwujud bila ada kolaborasi aktif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Berdasarkan temuan inilah lahir gagasan menjadikan riset bukan sekadar dokumen ilmiah, tetapi gerakan sosial yang hidup dan berdampak langsung bagi warga kota.
“Padang Rancak Award” menjadi bentuk nyata penerapan research to impact — dari kampus untuk masyarakat.
Melibatkan 3.456 RT dan 300 Mahasiswa
Skala program ini tidak kecil. Sedikitnya 3.456 Rukun Tetangga (RT) di 11 kecamatan dan 104 kelurahan di Kota Padang ikut ambil bagian dalam gerakan ini.
Sebanyak 300 mahasiswa UNES diterjunkan langsung ke lapangan sebagai duta lingkungan dan pendamping masyarakat. Mereka membantu mengedukasi warga tentang pentingnya memilah sampah, menjaga kebersihan, serta menata lingkungan berbasis gotong royong.
Langkah ini menjadi bukti konkret implementasi Tridharma Perguruan Tinggi — pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat — di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghadirkan ilmu pengetahuan untuk perubahan sosial nyata.
Tujuan Ganda: Sosial dan Akademik
Program “Padang Rancak Award” memiliki dua tujuan utama, yakni tujuan sosial-lingkungan dan tujuan akademik-riset.
1. Tujuan Sosial dan Lingkungan
-
Membangun budaya bersih dan tertib lingkungan dari tingkat rumah tangga hingga komunitas RT.
-
Mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
-
Menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya ruang publik yang sehat dan hijau.
2. Tujuan Akademik dan Riset
-
Mengembangkan model community-based research (riser berbasis masyarakat).
-
Mengukur dampak sosial dan ekologis dari kegiatan kebersihan di tingkat komunitas.
-
Menjadikan hasil riset sebagai bahan kebijakan publik untuk tata kelola lingkungan perkotaan.
Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan lingkungan partisipatif khas Kota Padang yang dapat direplikasi di kota-kota lain di Sumatera Barat, bahkan di tingkat nasional.
Komitmen LPPM UNES dan DLH Padang
LPPM Universitas Ekasakti dan DLH Kota Padang menegaskan komitmen bersama dalam tiga langkah utama:
-
Menyusun policy brief berbasis hasil riset sebagai rekomendasi kebijakan lingkungan untuk pemerintah daerah.
-
Menyebarluaskan hasil penelitian melalui publikasi ilmiah dan forum nasional agar menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi kota lain.
-
Menjadikan “Padang Rancak” sebagai gerakan budaya berkelanjutan, bukan sekadar lomba kebersihan yang bersifat sementara.
Kepala LPPM UNES menegaskan, “Gerakan ini akan terus kami kawal agar menjadi budaya baru masyarakat Padang — bukan hanya bersih saat lomba, tapi bersih sebagai gaya hidup.”
Kampus Berdampak: Dari Laboratorium ke Lapangan
“Padang Rancak Award” menegaskan posisi Universitas Ekasakti sebagai kampus berdampak (impactful university), yang memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Melalui riset terapan, mahasiswa dan dosen UNES tidak hanya menghasilkan jurnal ilmiah, tetapi juga membangun kesadaran ekologis dan sosial di tingkat akar rumput.
Kegiatan ini sejalan dengan visi UNES sebagai universitas berbasis pengabdian masyarakat, di mana pengetahuan bukan hanya untuk kampus, tetapi untuk kemajuan kota dan daerah.
Dukungan dan Antusiasme Warga
Sejak diumumkan, program ini mendapatkan sambutan positif dari warga di berbagai kecamatan. Banyak RT mulai melakukan gerakan gotong royong rutin, penanaman pohon, serta pembuatan taman lingkungan sebagai bentuk partisipasi dalam “Padang Rancak Award”.
Mahasiswa yang menjadi pendamping turut membantu warga mendesain sistem pengelolaan sampah terpilah, membuat bank sampah sederhana, hingga membantu digitalisasi pelaporan kegiatan kebersihan.
Beberapa kelurahan bahkan menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pembelajaran sosial bagi anak-anak muda untuk mencintai lingkungan sejak dini.
Harapan Menuju Kota Padang yang Hijau dan Bermartabat
Dengan semangat kolaborasi, Universitas Ekasakti dan DLH Padang berharap “Padang Rancak Award” menjadi gerakan berkelanjutan menuju Padang yang layak huni, hijau, dan bermartabat.
Rektor UNES menambahkan, “Kota yang bersih adalah cerminan warganya. Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk cinta terhadap kota sendiri.”
DLH Padang menilai langkah ini sebagai model kemitraan inovatif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan terus tumbuh, menjadi tonggak gerakan hijau di Sumatera Barat.
Penutup
Acara peluncuran “Padang Rancak Award” diakhiri dengan apresiasi kepada seluruh pihak — mulai dari panitia, mahasiswa, hingga warga kota — yang berpartisipasi aktif dalam gerakan ini.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga bumi Ranah Minang.
“Semoga langkah kecil ini menjadi awal perubahan besar menuju Kota Padang yang rancak, bersih, dan peduli lingkungan,” ungkap perwakilan LPPM UNES dalam sambutannya.
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0