Lansia 73 Tahun di Solok Ditemukan Tak Bernyawa di Belakang Rumah, Terakhir Terlihat Cari Rumput
Seorang pria 73 tahun berinisial A ditemukan meninggal di belakang rumahnya di Karasak, Nagari Muara Panas, Solok. Ia terakhir terlihat warga pada Jumat (30/10/2026) sedang memotong rumput pakan ternak. Polisi tidak menemukan tanda kekerasan, namun keluarga menolak visum dan autopsi sehingga penyebab pasti kematian belum diketahui secara medis.
Seorang pria lanjut usia berusia 73 tahun, berinisial A, ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya di Karasak, Jorong Koto Panjang, Nagari Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, pada Minggu (1/11/2026). Penemuan ini mengakhiri pencarian warga setelah korban sempat tidak terlihat selama dua hari.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui masih beraktivitas seperti biasa pada Jumat (30/10/2026). Warga melihatnya sedang memotong rumput untuk pakan ternak di sekitar Parantian Bendi, Jorong Koto Panjang. Setelah hari itu, keberadaan korban tidak lagi terlihat hingga akhirnya ditemukan tergeletak di belakang rumahnya pada Minggu pagi.
Kapolsek Bukit Sundi, IPTU Yosrizal, membenarkan kronologi tersebut. Menurutnya, korban terakhir kali terlihat warga pada Jumat saat melakukan aktivitas rutinnya mencari rumput untuk pakan ternak. "Korban terakhir kali terlihat warga pada Jumat. Saat itu masih melakukan aktivitas rutinnya memotong rumput untuk pakan ternak," ujar Yosrizal.
Yosrizal mengungkapkan bahwa korban sehari-hari tinggal seorang diri. Ia memiliki rumah di Jorong Koto Kaciak, Nagari Muara Panas, tetapi juga biasa tidur di rumahnya yang berada di Karasak. Korban diketahui telah bercerai dengan istrinya.
Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban tidak diketahui memiliki riwayat penyakit maupun pernah mengeluhkan gangguan kesehatan sebelumnya. Hal ini semakin membuat kematiannya terasa mendadak bagi orang-orang terdekat.
Setelah menerima laporan penemuan tersebut, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal. Hasil pengamatan petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka pada tubuh korban. "Hasil pengamatan petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka pada tubuh korban," tambah Yosrizal.
Polisi sempat menawarkan pemeriksaan medis di puskesmas untuk memastikan kondisi korban. Namun, keluarga menolak visum luar maupun autopsi dan meminta jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Keluarga menerima peristiwa tersebut dan meyakini tidak ada unsur kekerasan berdasarkan kondisi yang mereka lihat.
Karena pemeriksaan medis ditolak, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis. Kapolsek Yosrizal menutup keterangannya dengan menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini dan memilih untuk tidak melanjutkan proses pemeriksaan lebih lanjut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)