Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Tembus Omzet Rp17,12 Triliun, Peringkat Kedua Nasional dengan 900 Ribu Nasabah

Pegadaian Kanwil II Pekanbaru mencatat omzet Rp17,12 triliun per September 2026 dengan lebih dari 900 ribu nasabah aktif di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Wilayah ini menempati peringkat kedua nasional dari 12 kanwil, didukung 256 outlet dan pertumbuhan bisnis emas 92,97 persen.

Nov 02, 2026 - 12:02
Updated: 11 hours ago
0
Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Tembus Omzet Rp17,12 Triliun, Peringkat Kedua Nasional dengan 900 Ribu Nasabah
Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Tembus Omzet Rp17,12 Triliun, Peringkat Kedua Nasional dengan 900 Ribu Nasabah

Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) II Pekanbaru berhasil menorehkan prestasi dengan menempati peringkat kedua dari 12 kantor wilayah Pegadaian di seluruh Indonesia. Capaian ini didukung luasnya jangkauan layanan di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, dengan jumlah nasabah aktif melampaui 900 ribu orang.

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, memaparkan kinerja tersebut dalam Media Gathering yang digelar di Bintan, Kepulauan Riau, pada 1-3 November 2026. Acara itu dihadiri awak media dari tiga area operasional, yaitu Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Menurut Agus, wilayah kerjanya terbagi dalam tiga area pelayanan: Area Padang, Area Pekanbaru, dan Area Batam.

Hingga 30 September 2026, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru didukung jaringan pelayanan yang terdiri atas 28 cabang dan 238 unit pelayanan. Rinciannya mencakup 159 Unit Pelayanan Cabang (UPC), 35 Unit Pelayanan Syariah (UPS), serta 34 layanan colocation, sehingga total ada 256 outlet yang menopang aktivitas pelayanan. Operasional wilayah ini juga diperkuat 587 karyawan dan 3.709 agen aktif.

Dari sisi bisnis, omzet yang dibukukan mencapai Rp17,12 triliun dengan Outstanding Loan (OSL) gross sebesar Rp6,14 triliun. "Alhamdulillah, angka tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas bisnis Pegadaian Kanwil II Pekanbaru dalam melayani kebutuhan masyarakat, baik melalui produk pembiayaan berbasis gadai maupun non-gadai dan layanan emas," ujar Agus.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru menyediakan beragam produk pembiayaan gadai seperti Pegadaian KCA, Krasida, Gadai Efek, Rahn, Arrum Emas, Arrum Haji, dan Arrum Safar. Sementara itu, lini non-gadai meliputi Pinjaman Usaha, Pinjaman Multi Guna, Pinjaman Modal Kerja, Pinjaman Modal Produktif, serta pembiayaan kendaraan melalui Pegadaian Amanah. Perusahaan juga mengembangkan bisnis bullion atau layanan bank emas dengan produk Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Perdagangan Emas, Jasa Titipan Korporasi, Tabungan Emas, dan Cicil Emas.

Bisnis emas menjadi salah satu penopang pertumbuhan dengan catatan OSL tumbuh 92,97 persen secara year-on-year (YoY). Secara keseluruhan, pertumbuhan OSL tercatat 34,81 persen YoY dan 11,29 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025, serta telah mencapai 103,4 persen dari target. Kontribusi OSL segmen gadai sebesar Rp4,79 triliun atau tumbuh 36,56 persen, segmen emas Rp854 miliar, dan non-gadai Rp503 miliar. Namun, bisnis non-gadai mengalami penurunan 17,5 persen dan baru mencapai 76,34 persen dari target. Portofolio OSL masih didominasi gadai dengan kontribusi 77,9 persen, disusul emas 13,9 persen dan non-gadai 8,2 persen.

Berdasarkan wilayah, Area Batam menjadi penyumbang OSL terbesar dengan nilai Rp2,51 triliun atau 40,9 persen dari total OSL, tumbuh 26,8 persen. Area Pekanbaru membukukan OSL Rp2,12 triliun atau naik 33,6 persen, sedangkan Area Padang mencatat Rp1,51 triliun dengan pertumbuhan 52,8 persen. Dari sisi nasabah, Area Batam memiliki basis terbesar dengan 447.433 orang, disusul Area Pekanbaru 255.881 nasabah dan Area Padang 200.211 nasabah. Total nasabah aktif mencapai 903.425 orang atau meningkat 21,23 persen dibanding periode sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, laba usaha tercatat Rp574 miliar, meningkat 42,93 persen dan mencapai 130,27 persen dari target. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di angka 0,75 persen, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 0,61 persen. Pada lini bullion, produk Cicil Emas mencatat capaian gramasi 379 kilogram, dengan kontribusi terbesar dari Area Pekanbaru 168 kilogram, Area Batam 122 kilogram, dan Area Padang 88 kilogram. Agus juga memaparkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan hingga September 2026, meliputi mudik bersama, santunan anak yatim, bantuan sembako, kurban, khitanan dan pengobatan gratis, beasiswa, edukasi finansial, pemberdayaan UMKM, bank sampah, penanaman pohon, bantuan tanggap bencana, serta peresmian ATM Emas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User