Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Keracunan dan Balita Dirujuk ke RSUP M Djamil
Sebanyak 20 warga Padang mengalami keracunan makanan usai menghadiri pesta pernikahan di Gedung Serba Guna SMK Negeri 2 Padang. Korban terbanyak anak-anak, dan seorang balita berusia lima tahun harus dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil karena dehidrasi berat disertai pendarahan saat BAB. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti, termasuk menduga hidangan soto katering sebagai sumber masalah.
Sebanyak 20 warga Kota Padang harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala mual, muntah, pusing, diare, hingga nyeri perut usai menghadiri pesta pernikahan di Gedung Serba Guna SMK Negeri 2 Padang pada Minggu (1/11). Mayoritas korban merupakan anak-anak, dan seorang bocah berusia lima tahun terpaksa dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang karena mengalami dehidrasi berat disertai pendarahan saat buang air besar.
Ketua Pemuda Sawahan Dalam, Hen Sinatra, menyebut warga yang terdampak berasal dari kawasan Sawahan Dalam, Kecamatan Padang Timur. Menurut informasi yang diterimanya, jumlah warga yang mengalami keluhan mencapai belasan orang. Hen menduga gangguan kesehatan itu berkaitan dengan hidangan soto yang disajikan pihak katering dalam pesta tersebut, karena sebagian besar korban diketahui menyantap makanan itu sebelumnya.
"Diduga kebanyakan yang terkena setelah makan soto yang ada di pesta tersebut, yang merupakan dari katering," ujar Hen kepada awak media.
Kepala RST Dr. Reksodiwiryo Padang, Letkol CKM dr. Ichsan Fahmi, membenarkan pihaknya menerima pasien yang diduga keracunan setelah menghadiri pesta pernikahan itu. Sebanyak 13 pasien datang bersamaan ke Instalasi Gawat Darurat sekitar pukul 18.00 WIB, terdiri dari delapan anak-anak dan lima orang dewasa. Tim medis langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien.
Dokter IGD RST Dr. Reksodiwiryo, dr. Adissa Benanda, menjelaskan setiap pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh, mulai dari berat badan, tekanan darah, denyut nadi, hingga kondisi pernapasan. Dari pemeriksaan awal, tim medis menemukan nyeri tekan pada bagian perut atas serta tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, mata cekung, dan muntah lebih dari delapan hingga sepuluh kali. Pasien kemudian diberikan cairan infus, dengan dosis obat anak-anak disesuaikan berdasarkan berat badan.
Setelah observasi selama 30 menit hingga satu jam, sebagian pasien diperbolehkan pulang dengan obat untuk pemulihan di rumah. Namun tiga pasien membutuhkan penanganan lanjutan karena gejala yang berisiko memperparah dehidrasi. Selain balita yang dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil, dua pasien lain, masing-masing seorang anak dan seorang dewasa, masih dirawat di RST Dr. Reksodiwiryo.
Ichsan menegaskan pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah keluhan disebabkan makanan tertentu atau faktor alergi. Pemeriksaan di rumah sakit difokuskan pada penanganan pasien, sementara pengambilan sampel untuk mengetahui penyebab akan dilakukan pihak kepolisian.
Kapolsek Padang Timur, AKP Ronnal Yandra, menyatakan pihaknya menerima laporan masyarakat soal sejumlah orang yang muntah-muntah dan diduga keracunan makanan saat menghadiri pesta pernikahan tersebut. Laporan diterima Minggu sekitar pukul 19.00 WIB. Personel piket langsung mendatangi RSU Bunda Padang dan RST Dr. Reksodiwiryo untuk mendata korban.
Dari pendataan kepolisian, tujuh orang dirawat di RSU Bunda BMC Padang, dengan enam di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan satu masih dirawat. Sementara di RST Dr. Reksodiwiryo tercatat 13 orang, dengan 10 sudah pulang, dua masih dirawat, dan satu dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil. Total warga yang mendapatkan penanganan medis di kedua rumah sakit mencapai 20 orang. Hingga Minggu malam, Polsek Padang Timur masih menyelidiki penyebab pasti dugaan keracunan dan akan mengambil sampel makanan untuk memastikan kaitannya dengan hidangan pesta.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)