KKP Lepas 61 Lulusan Vokasi Perikanan Bekerja ke Lima Negara, Terbanyak Taiwan

Kementerian Kelautan dan Perikanan melepas 61 lulusan vokasi Ocean Institute of Indonesia untuk bekerja di sektor kelautan dan perikanan di lima negara: Taiwan, Jepang, Suriname, Korea Selatan, dan Malaysia. Sebanyak 27 orang ditempatkan di Taiwan, 22 di Jepang, 6 di Suriname, 5 di Korea Selatan, dan 1 di Malaysia. KKP berharap pengalaman industri di luar negeri dapat dibawa pulang untuk membangun sektor kelautan dan perikanan dalam negeri.

Nov 03, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
KKP Lepas 61 Lulusan Vokasi Perikanan Bekerja ke Lima Negara, Terbanyak Taiwan
KKP Lepas 61 Lulusan Vokasi Perikanan Bekerja ke Lima Negara, Terbanyak Taiwan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas 61 lulusan pendidikan vokasi Ocean Institute of Indonesia (OII) untuk bekerja di sektor kelautan dan perikanan di lima negara tujuan, yakni Taiwan, Jepang, Suriname, Korea Selatan, dan Malaysia. Pelepasan itu berlangsung dalam kegiatan Vocational Goes to Actor (VOGA) 2026.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan II Irwan Meilano menekankan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri bukan sekadar soal penghasilan, melainkan bekal berharga untuk mengembangkan industri kelautan dan perikanan di Indonesia. Menurutnya, yang terpenting adalah para lulusan memperoleh pengalaman industri di lokasi terbaik.

"Yang lebih penting dari pengalaman di luar negeri adalah mereka mendapatkan pengalaman industri di lokasi industri terbaik, yang untuk kemudian itu dibawa nanti sebagai pengalaman ke Indonesia," kata Irwan dalam kegiatan VOGA 2026 di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (3/11).

Irwan menjelaskan durasi penempatan kerja para lulusan tidak seragam. Sebagian bekerja selama enam bulan, sementara lainnya lebih lama. Ia berharap pengalaman tersebut juga mendorong tumbuhnya kewirausahaan di dalam negeri, seperti yang telah dilakukan sejumlah alumni yang berhasil membangun usaha sendiri setelah menimba ilmu di industri luar negeri.

"Pengalaman-pengalaman mereka belajar di industri terbaik di luar negeri, membawa pengalaman ke dalam negeri, dan akhirnya bisa membangun industri kita di dalam negeri," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP I Nyoman Radiarta menambahkan, persiapan penempatan kerja telah dilakukan sejak para lulusan masih menempuh pendidikan. Mereka mengikuti pelatihan bahasa dan seluruh prosedur yang diperlukan untuk bekerja di luar negeri.

"Persiapan ini kami sudah melakukan sejak awal mereka di bangku kuliah. Jadi mereka mengikuti pelatihan bahasa, kemudian mengikuti seluruh prosedur yang ada untuk penempatan di luar negeri," kata Nyoman.

Berdasarkan rincian penempatan, sebanyak 27 lulusan akan bekerja di Taiwan, 22 orang di Jepang, 6 orang di Suriname, 5 orang di Korea Selatan, dan 1 orang di Malaysia. Dilihat dari latar belakang pendidikan, 44 lulusan berasal dari bidang perikanan tangkap, 7 orang dari budidaya, dan 10 orang dari pengolahan hasil perikanan.

Dalam kesempatan yang sama, KKP mempertemukan OII dengan dunia usaha dan dunia industri melalui VOGA 2026. Kegiatan itu diikuti sekitar 400 peserta dan menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

KKP juga menandatangani kerja sama dengan 13 mitra dunia usaha dan dunia industri serta satu universitas. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas pembelajaran, meningkatkan kompetensi, dan memperbesar peluang penyerapan lulusan. Menurut Irwan, masukan dari industri akan menjadi bahan perbaikan kurikulum pendidikan vokasi KKP, terutama karena perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja menuntut lulusan memiliki kemampuan beradaptasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User