Mengenal Learjet 60, Jet Bisnis yang Jatuh dan Meledak di Florida hingga Tewaskan 9 Orang
Jet pribadi Learjet 60 jatuh dan meledak di Palm Beach Country, Florida, menewaskan sembilan orang. Pesawat buatan Bombardier ini sedang diselidiki NTSB, dengan fokus pada laporan pilot soal lapisan es, turbulensi, dan hujan sebelum kecelakaan. Berikut spesifikasi Learjet 60.
Insiden nahas menimpa sebuah jet pribadi Learjet 60 di Palm Beach Country, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11). Pesawat itu jatuh dengan keras hingga memicu ledakan dan kobaran api, serta menewaskan sembilan orang di dalamnya. Kecelakaan tersebut meninggalkan kawah besar di lokasi kejadian.
Pesawat dengan nomor registrasi N722BD itu merupakan Learjet 60 buatan Bombardier. Berdasarkan data Federal Aviation Administration (FAA), pesawat tersebut terdaftar atas nama sebuah perusahaan di Delaware. Kini, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) tengah menyelidiki penyebab insiden, termasuk kondisi cuaca saat penerbangan.
Sebelum kecelakaan, pilot sempat melaporkan adanya lapisan es pada pesawat, turbulensi sedang, dan kondisi hujan. Pilot juga sempat menyampaikan panggilan darurat setelah pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis.
Learjet 60 sendiri merupakan jet bisnis berukuran menengah yang diproduksi Bombardier Aerospace. Pesawat ini dikembangkan sebagai penyempurnaan dari Learjet 55 dengan sejumlah peningkatan pada mesin dan desain sayap. Learjet 60 pertama kali terbang pada 10 Oktober 1990 dan memperoleh sertifikasi FAA pada Januari 1993.
Pesawat ini menggunakan dua mesin turbofan Pratt & Whitney Canada PE205A dengan daya dorong masing-masing sekitar 4.600 pon. Penggunaan mesin tersebut menjadi salah satu peningkatan dibanding pendahulunya. Learjet 60 juga memiliki desain winglet atau ujung sayap yang dikembangkan untuk mengurangi hambatan udara sehingga meningkatkan efisiensi penerbangan.
Dari segi dimensi, Learjet 60 memiliki panjang sekitar 17,88 meter dengan rentang sayap 13,34 meter dan tinggi sekitar 4,47 meter. Pesawat ini dirancang untuk mengangkut dua awak pesawat dan maksimal delapan penumpang. Kabinnya memiliki panjang sekitar 5,38 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi 1,75 meter, dilengkapi ruang penyimpanan bagasi internal berkapasitas sekitar 680 liter.
Sebagai jet bisnis, Learjet 60 mampu terbang dengan kecepatan tinggi dan jangkauan jauh untuk penerbangan antarkota maupun antarnegara. GlobalAir mencatat kecepatan maksimum pesawat ini mencapai 465 knot atau 861 kilometer per jam, dengan kecepatan jelajah normal 436 knot atau sekitar 807 kilometer per jam. Jangkauan penerbangan normalnya sekitar 4.048 kilometer, dan dapat mencapai 4.478 kilometer dalam konfigurasi tertentu. Batas ketinggian operasionalnya hingga 51.000 kaki atau setara 15,5 kilometer di atas permukaan laut.
Untuk lepas landas, Learjet 60 membutuhkan panjang landasan sekitar 1.661 meter berdasarkan parameter balanced field length, sedangkan jarak pendaratannya tercatat sekitar 1.587 meter. Pesawat ini digunakan oleh operator penerbangan swasta, perusahaan, hingga penyedia layanan kepemilikan pesawat bersama atau fractional jet ownership.
Meski demikian, kecelakaan di Florida belum dapat dikaitkan dengan desain maupun spesifikasi teknis pesawat. NTSB masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)