5 Platform AI untuk Bikin Poster 17 Agustus, Tapi Ada Aturan Penting soal Garuda Pancasila

Poster perayaan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus bisa dibuat dengan bantuan AI di sejumlah platform seperti ChatGPT, Google Gemini, Canva AI, Adobe Firefly, dan Bing Image Creator. Pengguna cukup memberikan prompt berisi tema, komposisi, warna, hingga gaya visual. Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa, terutama jika melibatkan simbol negara seperti bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila.

Sep 13, 2026 - 23:14
Updated: 2 months ago
0
5 Platform AI untuk Bikin Poster 17 Agustus, Tapi Ada Aturan Penting soal Garuda Pancasila
5 Platform AI untuk Bikin Poster 17 Agustus, Tapi Ada Aturan Penting soal Garuda Pancasila

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus kini bisa disemarakkan dengan poster yang dibuat menggunakan bantuan kecerdasan buatan atau AI. Sejumlah platform AI mampu menghasilkan gambar hanya dari perintah teks atau prompt, bahkan beberapa di antaranya bisa membuat desain lengkap dengan tulisan serta menyunting bagian tertentu dari gambar yang sudah jadi.

Pengguna tinggal memasukkan instruksi yang mencakup tema, komposisi, warna, teks, hingga gaya visual yang diinginkan. Meski demikian, membuat poster bertema kemerdekaan membutuhkan perhatian ekstra karena biasanya melibatkan simbol negara seperti bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila. Karena itu, hasil buatan AI tetap wajib diperiksa sebelum digunakan atau dipublikasikan.

Ada lima platform AI yang bisa dimanfaatkan untuk membuat poster 17 Agustus. Pertama, ChatGPT yang dapat membuat gambar berdasarkan instruksi bahasa alami dan memungkinkan pengguna meminta perubahan pada bagian tertentu dari gambar, misalnya komposisi, tulisan, latar, atau objek. Kedua, Google Gemini yang juga memiliki kemampuan membuat dan mengedit gambar berdasarkan prompt, termasuk mengatur gaya visual, ukuran gambar, objek, hingga detail poster.

Ketiga, Canva AI yang menyediakan fitur berbasis AI untuk membuat gambar maupun desain. Keunggulannya, hasil desain bisa dilanjutkan ke proses penyuntingan sehingga pengguna dapat mengganti tulisan, gambar, warna, atau elemen lain secara manual. Keempat, Adobe Firefly yang mampu menghasilkan visual dari instruksi teks dan menyunting bagian tertentu dari gambar, cocok untuk membuat ilustrasi utama atau latar poster sebelum menambahkan tulisan dan elemen resmi secara terpisah. Kelima, Bing Image Creator yang juga bisa menghasilkan gambar berdasarkan prompt dengan tema Hari Kemerdekaan, gaya visual, komposisi, serta elemen yang diinginkan.

Satu prompt yang sama pada dasarnya dapat dipakai di berbagai platform tersebut. Sebagai contoh, pengguna bisa meminta poster Hari Kemerdekaan RI ke-81, 17 Agustus 2026, dalam format vertikal 4:5 dengan gaya editorial modern, bersih, dan dominasi warna merah-putih. Prompt juga dapat memuat instruksi agar bendera Indonesia digambar akurat, hanya terdiri dari dua bidang horizontal merah di atas dan putih di bawah, tanpa simbol atau warna tambahan, serta tulisan "Dirgahayu Republik Indonesia" dan "17 Agustus 1945-17 Agustus 2026" dengan ejaan yang tepat.

Namun, hasil dari prompt yang sama bisa berbeda di setiap platform karena masing-masing menggunakan model dan sistem pengolahan gambar yang berbeda. Jika hasil pertama belum sesuai, pengguna dapat memperbaiki prompt dengan menambahkan instruksi lebih spesifik mengenai tata letak, jumlah orang, latar, gaya ilustrasi, maupun posisi teks.

Khusus untuk Garuda Pancasila, cara paling aman adalah tidak meminta AI menggambar ulang lambang negara tersebut. AI sebaiknya difokuskan untuk membuat ilustrasi, latar, dan komposisi poster, sementara Garuda Pancasila dimasukkan secara terpisah menggunakan aset resmi. Jika tetap ingin mencoba, pengguna perlu memberikan instruksi yang sangat spesifik, seperti memastikan 17 bulu pada masing-masing sayap, delapan bulu pada ekor, 19 bulu pada pangkal ekor, dan 45 bulu pada leher, serta perisai yang memuat lima simbol Pancasila, yakni bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas, dengan pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" secara tepat.

Setelah poster selesai dibuat, pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan. Perhatikan susunan warna bendera agar merah berada di atas dan putih di bawah, lalu cek seluruh tulisan agar tidak ada salah eja, terutama pada frasa "Dirgahayu Republik Indonesia", "17 Agustus", dan "Bhinneka Tunggal Ika". Jika poster menampilkan simbol negara, bandingkan hasilnya dengan aset resmi.

Untuk elemen yang menuntut ketepatan tinggi seperti Garuda Pancasila dan logo resmi HUT RI, penggunaan file resmi yang dimasukkan secara manual tetap menjadi pilihan paling aman. Dengan cara itu, AI dapat dimaksimalkan untuk membantu membuat ilustrasi, komposisi, dan konsep visual, sementara elemen resmi tetap bersumber dari aset yang akurat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User