Ikan Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok, Pakar Tegaskan Bukan Sinyal Gempa

Ikan oarfish sepanjang empat meter ditemukan mati terdampar di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Lombok, NTB, Selasa (25/8). Anggota IABI Daryono menegaskan secara ilmiah tidak ada bukti valid yang mengaitkan kemunculan ikan laut dalam itu dengan pertanda gempa. Fenomena ini lebih dipicu perubahan suhu air, pergeseran arus laut, kondisi ikan yang sakit, atau kejar-kejaran dengan pemangsa.

Sep 29, 2026 - 08:03
Sep 29, 2026 - 08:03
 0
Ikan Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok, Pakar Tegaskan Bukan Sinyal Gempa
Ikan Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok, Pakar Tegaskan Bukan Sinyal Gempa

Penemuan ikan oarfish sepanjang empat meter dalam kondisi mati di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (25/8), langsung menarik perhatian publik. Ikan yang dikenal dengan sebutan ikan kiamat itu ditemukan pengunjung pantai sekitar pukul 07.30 WITA, dan video penemuannya sempat ramai di media sosial.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menegaskan bahwa kemunculan ikan laut dalam di permukaan atau pesisir tidak bisa dijadikan pertanda pasti akan terjadinya gempa. Menurutnya, secara ilmiah belum ada bukti valid yang menunjukkan kaitan langsung antara fenomena tersebut dengan aktivitas seismik.

Daryono menjelaskan bahwa riset para ahli oseanografi dan seismologi, termasuk kajian di Jepang yang sering meneliti fenomena serupa, menyimpulkan tidak ada hubungan sebab-akibat langsung antara perilaku ikan laut dalam dan gempa. Ia menegaskan isu yang menyebut kemunculan ikan oarfish sebagai tanda bencana gempa adalah tidak benar.

Menurut Daryono, kemunculan ikan oarfish lebih sering dipicu oleh sejumlah faktor lain, seperti perubahan suhu air, pergeseran arus laut termasuk fenomena upwelling yang membawa nutrisi dan organisme ke permukaan, kondisi fisik ikan yang sedang sakit atau terluka, hingga kejar-kejaran dengan pemangsa.

Kepala Wilayah Dusun Telone, Desa Sekaroh, Sahlan, membenarkan temuan ikan langka tersebut. Ia menyebut ikan itu ditemukan oleh pengunjung pantai yang berasal dari Lombok Tengah, bukan oleh warga setempat.

"Tadi pagi penemuannya. Yang menemukan bukan warga kami, tetapi warga luar yang datang untuk berkemah dari tadi malam, pengunjunglah begitu," ujar Sahlan, seperti dilaporkan detikBali.

Sahlan menambahkan bahwa temuan ikan oarfish itu sempat membuat heboh para pengunjung yang berada di lokasi. Video penemuan ikan berbentuk pipih memanjang itu diunggah melalui akun Facebook @Baiq Kolby dan memperlihatkan sejumlah orang membawa ikan tersebut.

Meski kerap dikaitkan dengan mitos bencana, penjelasan pakar menegaskan bahwa kemunculan ikan oarfish di pesisir Pantai Pink Lombok tidak dapat dijadikan dasar untuk memprediksi gempa. Masyarakat diimbau memahami fenomena ini berdasarkan penjelasan ilmiah yang ada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0