Bill Gates Minta Dunia Siapkan Pekerjaan Khusus Manusia di Tengah Gempuran AI
Bill Gates mendesak perusahaan dan pemerintah menyiapkan pekerjaan khusus manusia di tengah pesatnya perkembangan AI. Lewat esainya, ia mengusulkan konsep human reserved, mengingatkan pemerintah belum siap menghadapi dampak AI, dan menyoroti risiko AI terhadap kemampuan berpikir kritis anak muda.
Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyuarakan kekhawatirannya soal dampak kecerdasan buatan atau AI terhadap lapangan pekerjaan. Ia menilai perusahaan di sektor-sektor tertentu perlu menyiapkan pekerjaan yang khusus diperuntukkan bagi manusia. Gagasan itu ia tuangkan dalam sebuah esai berjudul "The turbulent AI era is here. The choices we make are critical".
Dalam esai tersebut, Gates menganalogikan upaya menyelamatkan profesi manusia dari ancaman AI dengan konsep cagar alam. Menurutnya, cagar alam dilindungi agar tidak dirusak pembangunan gedung atau jalan demi menjaga lingkungan. Hal serupa, katanya, perlu dilakukan untuk sejumlah pekerjaan agar tetap dikerjakan manusia dan tidak diambil alih AI. Ranah ini ia sebut sebagai human reserved atau khusus manusia.
"Banyak pekerjaan akan hilang selamanya. Saya percaya bahwa seiring dengan berkembangnya AI dan robot, kita akan menyisihkan hal-hal tertentu supaya hanya dilakukan oleh manusia," tulis Gates dalam esainya, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (27/8).
Gates mencontohkan tenaga medis yang merawat mendiang ayahnya karena penyakit Alzheimer enam tahun lalu. Menurutnya, profesi semacam itu hanya bisa dijalankan oleh manusia dan tidak bisa digantikan robot. Ia membayangkan sebuah robot menyampaikan kabar buruk bahwa seseorang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Secara teknis, kata dia, robot memang bisa melakukannya, tetapi hal itu tetap tidak seharusnya dilakukan.
Dalam esai yang sama, Gates menilai pemerintah negara-negara di dunia belum siap menghadapi besarnya dampak AI. Ia menegaskan pemerintah harus menyiapkan aturan terkait hal ini. Gates membandingkan fenomena tersebut dengan perombakan besar-besaran sistem negara pasca-peristiwa 9/11 yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat. Menurutnya, AI menuntut upaya yang jauh lebih besar karena memengaruhi seluruh sektor, terutama lapangan kerja.
"AI akan membutuhkan upaya yang jauh, jauh lebih besar. Hal ini akan memengaruhi keamanan nasional serta lapangan kerja, pendidikan, perpajakan, energi, pemilu, udara dan air, kesehatan masyarakat, sistem keuangan, penegakan hukum, transportasi, lahan publik dan sistem TI," ujar Gates.
Gates juga menyoroti dampak AI terhadap pendidikan, khususnya bagi anak-anak muda. Ia menilai ada ironi karena alat yang sama yang memungkinkan orang belajar lebih banyak justru bisa membuat banyak orang belajar lebih sedikit. Menurutnya, survei awal menunjukkan penggunaan AI yang lebih intensif berkaitan dengan berkurangnya kemampuan berpikir kritis, dan efek ini lebih kuat pada kaum muda.
Sebagai bagian dari upaya global, Gates menyebut kerja sama antara Amerika Serikat dan China. Stafnya tengah berupaya mengatur pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada November mendatang untuk membahas langkah global dalam mengurangi risiko yang semakin meningkat akibat AI.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0