Meta Terapkan Jam Malam hingga Batas 2 Jam Sehari untuk Remaja di Facebook dan Instagram

Meta sepakat mengubah Facebook dan Instagram bagi pengguna di bawah 18 tahun sebagai bagian dari penyelesaian gugatan di Amerika Serikat. Remaja dibatasi maksimal dua jam per hari, ada jam malam pukul 00.00-06.00, notifikasi dimatikan saat jam sekolah, fitur like disembunyikan, dan orang tua mendapat pemberitahuan. Meta membayar hingga US$18 miliar atau sekitar Rp320 triliun kepada sejumlah negara bagian AS.

Sep 29, 2026 - 08:03
Sep 29, 2026 - 08:03
 0
Meta Terapkan Jam Malam hingga Batas 2 Jam Sehari untuk Remaja di Facebook dan Instagram
Meta Terapkan Jam Malam hingga Batas 2 Jam Sehari untuk Remaja di Facebook dan Instagram

Meta akan menerapkan sejumlah pembatasan baru bagi pengguna Facebook dan Instagram yang berusia di bawah 18 tahun. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan perusahaan untuk menyelesaikan gugatan di Amerika Serikat yang menuduh platformnya membahayakan anak dan remaja.

Dalam kesepakatan tersebut, pengguna di bawah 18 tahun hanya boleh mengakses platform Meta maksimal dua jam per hari. Meta juga akan memberlakukan jam malam mulai pukul 00.00 hingga 06.00 serta menonaktifkan sebagian notifikasi selama jam sekolah, yakni pukul 08.00 sampai 15.00.

Secara default, fitur like dan reaksi pada akun anak-anak akan disembunyikan. Penggunaan filter yang mengubah penampilan juga dilarang. Pengaturan yang bertujuan mengurangi potensi efek perbandingan sosial ini hanya dapat diubah jika mendapat persetujuan orang tua.

Orang tua akan menerima notifikasi setiap kali anak mereka mengirim atau menerima pesan dengan orang dewasa, lengkap dengan informasi akun tersebut. Pemberitahuan serupa juga diberikan jika anak mencari kata kunci yang berkaitan dengan bunuh diri, melukai diri sendiri, atau gangguan makan.

Meta turut berkomitmen meningkatkan teknologi untuk memeriksa usia anak-anak, disertai audit eksternal berkala guna menilai seberapa baik pemantauan tersebut berjalan. Melansir Al Jazeera, Kamis (27/8), perubahan ini bagian dari penyelesaian gugatan yang melibatkan sejumlah negara bagian AS.

Meta setuju membayar uang damai hingga US$18 miliar atau sekitar Rp320 triliun kepada sejumlah negara bagian AS yang menggugatnya. Pembayaran tersebut akan dicicil selama 10 tahun. Jumlah itu terbilang ringan dibandingkan pendapatan tahunan Meta pada 2025 yang mencapai US$201 miliar.

Sejauh ini Meta baru setuju membayar 70 persen dari penyelesaian atau sekitar US$12,7 miliar selama 10 tahun ke depan. Sisanya baru akan dibayar jika Snapchat, TikTok, YouTube, dan pesaing lain melakukan langkah serupa dengan jumlah yang sama. Meta juga menyatakan akan mengurangi batas waktu menjadi satu jam per hari bila platform lain ikut menerapkan hal serupa.

Perubahan feed non-personalisasi, langkah kepatuhan yang lebih luas, dan persyaratan verifikasi usia akan dilakukan bertahap dalam satu tahun setelah pengadilan menyetujui kesepakatan. Belum dapat dipastikan apakah Meta akan menerapkannya secara global, meski perusahaan terus mendapat tekanan regulasi dari Uni Eropa dan negara lain.

Menurut berkas yang diajukan di California, 29 negara bagian AS menggugat Meta karena dinilai merancang platform yang mendorong perilaku adiktif, gagal memverifikasi usia pengguna, mendorong remaja melewati kontrol orang tua, serta tidak cukup melindungi dari konten berbahaya. Gugatan itu juga menuduh Meta melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-anak dengan mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan data pribadi anak di bawah 13 tahun tanpa persetujuan orang tua yang semestinya. Meta membantah melakukan kesalahan, tetapi setuju menyelesaikan kasus tersebut setelah bukti menunjukkan perusahaan mengetahui produknya membahayakan kesehatan mental anak-anak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0