IA-ITB Soroti Nasib Investasi Mineral dan Migas Papua, Minta SDM Lokal Ikut Ambil Peran

IA-ITB Papua dan Papua Barat mendorong penguatan investasi serta pengembangan SDM lokal agar potensi mineral dan migas di Tanah Papua menjadi penggerak pembangunan berkelanjutan. Dalam seminar nasional di Jakarta, mereka menyoroti pentingnya kepastian investasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, dan kolaborasi multipihak agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

Oct 21, 2026 - 16:01
Updated: 14 hours ago
0
IA-ITB Soroti Nasib Investasi Mineral dan Migas Papua, Minta SDM Lokal Ikut Ambil Peran
IA-ITB Soroti Nasib Investasi Mineral dan Migas Papua, Minta SDM Lokal Ikut Ambil Peran

Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat menekankan pentingnya penguatan investasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal, serta kolaborasi multipihak untuk mengoptimalkan potensi mineral dan minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Papua. Dorongan itu disampaikan dalam Seminar Nasional bertema 'Potensi Mineral dan Migas sebagai Akselerator Pembangunan di Tanah Papua' yang digelar di Jakarta, Rabu (21/10).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lain. Tujuannya membahas pengelolaan sumber daya alam yang mampu memberi manfaat ekonomi dan sosial lebih luas bagi masyarakat Papua.

Ketua IA-ITB Papua dan Papua Barat, Hengky Rumbino, menilai Papua memiliki potensi mineral dan migas yang besar. Namun, pemanfaatannya membutuhkan perencanaan jangka panjang, dukungan kebijakan, serta sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.

"Potensi mineral dan migas Papua harus menjadi penggerak pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, kita perlu memastikan keberlanjutan investasi berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas SDM lokal, penguatan ekonomi daerah, dan pemerataan manfaat pembangunan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10).

Menurut Hengky, keberlanjutan investasi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Papua. Pengalaman investasi berskala besar, seperti pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah dan proyek gas Tangguh di Papua Barat, menunjukkan peran industri mineral dan migas dalam menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan mengembangkan sektor pendukung.

Kendati demikian, pengembangan investasi baru masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya logistik, ketersediaan energi, dan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Penguatan eksplorasi, kepastian berusaha, dan kebijakan yang mendukung investasi berkelanjutan dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Papua.

Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyampaikan pandangan serupa. Ia menyebut mineral dan migas Papua sebagai sumber daya strategis yang dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus berkontribusi bagi perekonomian nasional.

"Pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berbicara tentang besarnya potensi mineral atau nilai investasi, tetapi juga bagaimana kehadiran industri mampu menciptakan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat," kata Claus.

Claus menegaskan pengelolaan sumber daya alam perlu mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, tata kelola, dan penghormatan terhadap kearifan lokal. Di PTFI, kegiatan pertambangan menggerakkan sektor ekonomi melalui lapangan kerja, belanja lokal, kemitraan dengan UMKM, penguatan rantai pasok, serta kontribusi fiskal bagi daerah dan negara. Pertambangan PTFI juga mendorong peningkatan nilai tambah mineral melalui pengolahan dan pengembangan industri hilir di dalam negeri.

Selain investasi, seminar menyoroti pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat Papua dalam industri mineral dan migas. Pendidikan, pelatihan, dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri dinilai perlu dikembangkan agar tenaga kerja dan pelaku usaha lokal terlibat dalam eksplorasi, produksi, pengolahan, hingga hilirisasi. Di sektor migas, penguatan eksplorasi dan produksi, dukungan infrastruktur, serta keterlibatan badan usaha milik daerah melalui skema participating interest turut menjadi perhatian.

IA-ITB Papua dan Papua Barat juga mendorong pembahasan peningkatan manfaat keuangan bagi daerah penghasil untuk mendukung infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat. Mereka berharap dialog dalam seminar ini menghasilkan rekomendasi aplikatif yang menjadi acuan pengelolaan potensi mineral dan migas di Tanah Papua.

"Keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari besarnya investasi atau produksi sumber daya alam, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat Papua yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi," tutup Hengky.

Sebagai informasi, Ketua Panitia Seminar Nasional IA-ITB Papua dan Papua Barat, Paul Antoh, mengatakan seminar digelar di Jakarta untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pemerintah pusat dan daerah. Sinergi itu ditujukan bagi percepatan pembangunan di Tanah Papua yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User