Dua WNI Terluka dan Satu Hilang Usai Kapal Diserang di Bab Al Mandab, Kemlu Bereaksi Keras
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam serangan di Selat Bab Al Mandab yang menewaskan dua WNI dan satu hilang. Menlu Sugiono telah berkomunikasi dengan Menlu Yaman. Kapal MV Tihamah yang membawa 11 ABK, termasuk tiga WNI, menjadi sasaran serangan. Pencarian terhadap WNI yang hilang masih terus dilakukan.
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengecam keras serangan yang terjadi di Selat Bab Al Mandab, yang mengakibatkan dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka-luka dan satu lainnya dinyatakan hilang. Kecaman ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, dalam konferensi pers di gedung Palapa, Jakarta, pada Kamis (13/8).
Yvonne mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah Al Zouba, untuk membahas insiden tersebut. "Tentunya beliau strongly condemns [mengecam keras] serangan ini dan menekankan perlunya urgent need untuk mencegah further escalation [konflik meluas]," ujar Yvonne.
Lebih lanjut, Yvonne menegaskan komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Yaman dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. "Dan kita berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan Yaman dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," tambahnya.
Serangan tersebut menargetkan kapal MV Tihamah yang berlayar di Selat Bab Al Mandab pada awal pekan ini. Kapal tersebut membawa 11 anak buah kapal (ABK) yang terdiri dari delapan warga Pakistan dan tiga WNI. Dari jumlah tersebut, dua WNI mengalami luka-luka dan satu lainnya dilaporkan hilang.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa satu WNI masih belum ditemukan. Informasi ini diperoleh melalui note verbale dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang diterima pada Kamis. "Untuk satu ABK [anak buah kapal] lainnya masih belum ditemukan dan upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait," kata Heni.
Selat Bab Al Mandab merupakan pintu masuk menuju Laut Merah dan terletak di sisi lain Semenanjung Arab, berseberangan dengan Selat Hormuz. Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi di Selat Hormuz akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran, sementara Houthi juga kerap terlibat saling serang dengan Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan WNI serta memberikan pendampingan bagi para korban dan keluarga mereka.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0