PLN Batam Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Babin, Hewan Liar Diduga Masuk Gardu Induk
PLN Batam menduga blackout yang melanda Batam hingga Pulau Bintan dipicu hewan liar yang masuk ke Gardu Induk Sungai Harapan. Pasokan listrik pelanggan terdampak di Kota Batam diklaim sudah pulih, dan PLN Batam menyiapkan kompensasi otomatis bagi pelanggan yang terdampak gangguan sesuai ketentuan TMP atau SLA.
PLN Batam menduga gangguan kelistrikan yang menyebabkan mati lampu total atau blackout di wilayah Batam hingga Pulau Bintan, Kepulauan Riau, dipicu oleh hewan liar yang masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Dugaan itu disampaikan berdasarkan indikasi awal yang dihimpun tim teknis di lapangan.
Sekretaris PLN Batam Rudi Antono menyebut hewan liar seperti monyet diduga masuk ke area gardu dan mengganggu sistem jaringan interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan (Babin). Akibatnya, pasokan listrik di sejumlah wilayah mengalami gangguan. Meski demikian, Rudi menegaskan penyebab pasti gangguan tersebut masih ditelusuri lebih lanjut oleh tim teknis bersama pihak berwenang.
"Indikasi awal, diduga hewan liar masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan," kata Rudi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).
Pulau Batam dan Pulau Bintan sendiri terhubung melalui jaringan listrik bawah laut bertegangan 150 KV sepanjang lebih dari 17,9 kilometer. Lewat jaringan itu, listrik dari pembangkit di Batam disalurkan ke Bintan, termasuk Tanjungpinang.
PLN Batam mengklaim pasokan listrik bagi pelanggan terdampak di Kota Batam sudah kembali normal setelah gangguan sistem kelistrikan yang membuat mati lampu sejak Minggu pagi (12/10). Menurut Rudi, pemulihan merupakan hasil kerja intensif seluruh tim teknis dan operasional yang melakukan penormalan sistem secara bertahap.
Proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin (12/10) malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak berhasil dinormalkan, lalu diikuti pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik ke seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala.
"Pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Seluruh proses dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan," ujar Rudi.
Kendati pasokan listrik telah normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat. PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan.
Apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan. Untuk pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017. Sementara pelanggan layanan keandalan mendapat kompensasi 15 persen hingga 25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai jenis layanan yang diperjanjikan.
Rudi menyebut kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan. PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)