Indeks Polusi Singapura Sentuh 194, Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota
Kualitas udara Singapura memburuk akibat kabut asap karhutla dengan indeks IQAir mencapai 194 pada Selasa (13/10) pukul 11.00 waktu setempat. Angka ini menempatkan Singapura sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia setelah Lahore, Pakistan. Pemerintah Indonesia menyebut kebakaran dipicu El Nino di Sumatra dan Kalimantan diperkirakan berlangsung hingga November.
Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menyelimuti Singapura. Kondisi ini membuat kualitas udara di negara tersebut terus mengalami penurunan sepanjang Selasa (13/10).
Berdasarkan pemantauan situs IQAir, indeks kualitas udara Singapura tercatat mencapai 194 sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Angka tersebut menunjukkan tingkat polusi yang masuk kategori tidak sehat.
Dengan capaian itu, Singapura berada di jajaran kota besar dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Posisi tersebut hanya berada di bawah Lahore, Pakistan, yang juga mengalami masalah serupa.
Meski kabut asap menyelimuti wilayah, warga Singapura terlihat tetap menjalankan aktivitas di luar ruangan seperti biasa. Foto-foto yang beredar memperlihatkan mereka beraktivitas dengan latar langit yang tertutup kabut.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi dipicu oleh kondisi cuaca El Nino. Titik api terpantau muncul di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Pemerintah memperkirakan kebakaran tersebut masih akan berlangsung hingga November mendatang. Kondisi ini menjadi perhatian karena asapnya dapat melintasi batas negara dan berdampak pada kualitas udara di kawasan sekitar.
Memburuknya kualitas udara di Singapura menjadi peringatan bagi negara-negara tetangga mengenai dampak karhutla yang tidak hanya dirasakan di dalam negeri Indonesia. Pemantauan kualitas udara pun terus dilakukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan bagi masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)